<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>injurytime114's Weblog</title>
	<atom:link href="http://greenrayaden114.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://greenrayaden114.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2008 02:11:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='greenrayaden114.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>injurytime114's Weblog</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://greenrayaden114.wordpress.com/osd.xml" title="injurytime114&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://greenrayaden114.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Refreshing yuks</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/19/refreshing-yuks/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/19/refreshing-yuks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[refresh your mind]]></category>
		<category><![CDATA[karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Tiga puluh hari mencari cinta Waktu telah berjalan dua puluh menit sejak seorang berperawakan tinggi kurus berkaca mata tebal memasuki sebuah toko buku “Golden Millenium” di kawasan jalan Terang, tak jauh dari kantor pos Surakarta. Ia sedang sibuk memilih buku teristimewa yang akan diberikannya pada sahabat seangkatannya, yang akan segera menyambut hari bersejarahnya saat ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=84&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Mickey;color:#339966;">Tiga puluh hari mencari cinta</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Waktu telah berjalan dua puluh menit sejak seorang berperawakan tinggi kurus berkaca mata tebal memasuki sebuah toko buku “Golden Millenium” di kawasan jalan Terang, tak jauh dari kantor pos Surakarta. Ia sedang sibuk memilih buku teristimewa yang akan diberikannya pada sahabat seangkatannya, yang akan segera menyambut hari bersejarahnya saat ia keluar dari rahim ibunda tercinta. Tinggal sepekan lagi, pas dengan hari pertama bulan puasa. Sambil memencet-mencet tombol di telepon selulernya, cowok berusia tak kurang dari dua puluh empat tahun itu tiba-tiba tertuju pada sebuah buku yang menurutnya sangat menarik, masih dilihat dari judulnya tentunya. “Ancaman Bagi Sang Playboy”. Tak puas sampai di situ, ia juga merasa harus mengambil buku tepat di samping buku pertama yang menarik perhatiannya. “Kisah Nyata Playboy Menjadi Ikhwan Sejati”. Langsung saja ia disibukkan untuk memilih di antara dua buku yang makin menyita waktunya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sayang sekali bukunya disegel! Sialan tuh produsennya, pelit banget! Gue kan jadi nggak tahu isinya!” umpatnya pedas hingga seorang ibu-ibu yang berdiri di samping cowok itu menggeleng-geleng kepalanya pertanda bahwa ia sedang berkata dalam hatinya, “Dasar anak muda, maunya sendiri, egois!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seperti merasakan hal itu, Fandi, nama cowok itu, melanjutkan aksi nakalnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Enaknya, apa ku sobek aja ya plastiknya? Hmm, ide bagus!” dengan nada mengetes si ibu tadi, Fandi berpura-pura akan mengeluarkan sesuatu dari saku celana jeans-nya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Eh Nak Nak, jangan macam-macam ya. Ini toko buku. Jangan sembarangan merusak barang-barang di sini,” kata si ibu dengan nada setengah membentak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Fandi tersenyum. “Siapa bilang ini toko onderdil Bu? Akhirnya, bicara juga, he he?!” batin Fandi penuh kemenangan. Tanpa menjawab semburan si ibu tadi, dalam sekejap ia telah berhasil memilih salah satu buku yang sempat membuatnya bingung. Kali ini, ia yakin bahwa buku yang dipilihnya adalah pilihan yang tepat. Segera ia menuju ke kasir dan membiarkan si ibu menyaksikan bentakannya pada Fandi, menguap tak berarti. Dengan segenap rasa cueknya, Fandi berjalan tanpa beban ke arah kasir di lantai dasar toko buku tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Setelah membayar, Fandi tak punya niat lagi untuk pergi ke manapun. Ia hanya ingin segera membungkus buku itu dengan kertas kado bergambar <em>spiderman</em> yang telah ia persiapkan tadi malam. Segera ia masuk ke dalam angkutan kota menuju kontrakannya dan tetap menggenggam tas kresek berisi buku yang baru dibelinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Lima</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> menit berlalu dalam angkutan kota yang makin sesak oleh para penumpang. Dasar si Fandi yang kurus, ia hanya mendapat tempat duduk kira-kira lebarnya cuma lima belas sentimeter. Oh, kasihan sekali dia. Hampir saja ia berhenti bernapas karena tempat duduknya begitu sempit sebelum akhirnya ia berhasil mengerahkan segala kekuatan untuk segera meminta si sopir menghentikan laju kendaraannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kanan Pak kanan Pak!” teriak Fandi tak tanggung-tanggung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Hei, mana mungkin angkot berhenti di kanan jalan seramai ini! Mau bunuh diri apa??!! Dasar goblok!!” bentak si sopir dengan kasarnya membuat Fandi sedikit gemetar dan sesaat ia lupa atas apa yang ia lakukan sebelumnya karena belum pernah ia dibentak oleh seorang sopir angkot. Sontak semua penumpang melepaskan tawa ejekan pada Fandi dan semua wajah yang sama sekali tak dikenalnya dalam angkot itu tertuju padanya. Jantungnya berdegup kencang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“M-maaf Pak! Saya kira angkotnya berjalan di sebelah kanan!” jawabnya dengan muka bodoh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kembali tawa ejekan yang menyayat hati si kurus itu terdengar begitu lama di telinganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Nggak lulus TK aja, sok banget sih lu!” komentar seorang laki-laki berwajah garang dan berkumis tebal tanpa perhitungan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Angkot telah berhenti semenit yang lalu. Sekarang Fandi bingung apa yang harus diperbuat. Jantungnya masih berdegup kencang. Rasa bingungnya makin memuncak setelah sadar di mana ia harus meletakkan mukanya yang terlihat merah. Malu. Lalu, ia hanya diam kaku di tempat duduknya yang tak berubah, masih sempit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Hei, malah bengong ni bocah. Ayo turun!!” bentak si sopir untuk yang kedua kalinya. Tapi kali ini tak sekeras yang tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tanpa berpikir panjang, Fandi langsung turun dan berjalan dengan langkah gontai di atas trotoar. Sebelum bisa menenangkan pikirannya, seorang memegang pundaknya dengan kasar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Memangnya kamu ini pak presiden apa, maunya naik angkot nggak bayar, heh!!” Ternyata orang itu adalah sopir angkot tadi. Fandi seakan putus asa. Masih belum selesai juga masalahnya hari itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“M-maaf Pak, saya lupa,” jawabnya dengan kepala tertunduk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sudah goblok! Pelupa lagi! Sekolah di mana sih?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Di UNS Pak!” Jawab Fandi layaknya orang yang terhipnotis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Oo, jadi seperti ini ya mahasiswa UNS! Buruk sekali! Baiklah, bayar sekarang. Sepuluh ribu!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Lho Pak, setahu saya bayar angkot nggak semahal itu!” protes Fandi dalam keraguan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ini sebagai pajak atas kelakuanmu yang membuatku sebal!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Rasa sebal itu datang sendiri dari diri Bapak sendiri. Jika Bapak bisa lebih sabar menghadapi saya yang hanya manusia biasa, Bapak nggak akan sesebal ini pada saya,” tiba-tiba perkataan Fandi begitu terarah. Ia sendiri merasa ada sesuatu yang beda dari perkataannya barusan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Jangan cerewet! Banyak penumpang marah gara-gara kamu memperlambat perjalanan mereka! Cepat serahkan uang sepuluh ribu itu!” bentak si Sopir bak seorang tukang todong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ingin segera selesai masalahnya, Fandi langsung mengambil uang kertas berwarna ungu dari dompet kulitnya dan menyerahkannya dengan berat hati pada sopir garang itu. Kemudian, sopir angkot itu langsung pergi meninggalkannya setelah tak berkata sepatah pun kepada Fandi yang masih <em>shock</em> dengan kejadian menyesakkan hari ini. Segera ia menuju kontrakannya seakan tak ada sesuatu yang terjadi sebelumnya. Pikirannya kembali pada hadiah istimewa yang akan diberikannya pada sahabat karibnya tujuh hari kemudian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> ^_^</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> “Fan, udah makan? Ni aku buatkan mi rebus. Sejak siang aku nggak lihat kamu makan. Tambah kurus nanti,” tanya teman sekontrakan pada Fandi, bak seorang ibu yang menawari makanan untuk anaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kamu kok tampak lesu banget sih? Ada masalah?” tanyanya kemudian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Untuk saat ini, Fandi sedang <em>no comment</em>. Temannya itu tambah penasaran. Ia lalu meletakkan semangkuk mi rebus buatannya di meja belajar Fandi. Ia mendekati Fandi yang sedang asyik menatap langit-langit kamarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Lagi mikir apa sih kok serius banget sampe nggak mau makan? Kamu nggak suka mi buatanku ya? Ya sudah, aku makan sendiri aja!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Eh eh eh, tunggu. Bukannya aku nggak mau. Aku emang lagi mikir nih!” jawab si Fandi dengan wajah begonya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Temannya tersenyum melihat Fandi yang plin plan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Lagi mikir apa sih? Bikin penasaran aja Fan. Habis ditembak cewek ya?” tanyanya sambil cengengesan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Aku lagi mikir, kenapa kamu yang dulu seorang playboy, sekarang jadi perhatian sih, Dan?” Fandi langsung ceplos pada sahabatnya sejak SMA itu yang bernama Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ardan yang tak mengira akan mendapat pertanyaan seperti, menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Ia tak mengerti maksud Fandi. Ia yakin kalau temannya yang mempunyai berat badan 48 kilogram itu hanya bergurau. Ardan diam. Fandi pun diam. Suasana hening. Entah kenapa malam ini tampak berbeda dengan malam sebelumnya. Fandi yang sering bicara asal-asalan, kini tampak serius. Sementara itu, Ardan yang sebelumnya cuek dengan jadwal makan Fandi, tiba-tiba saja menawarkan semangkuk mi rebus untuknya dan tampak menaruh secuil perhatian padanya. Sepertinya, tak hanya Fandi yang dapat masalah setelah peristiwa konyol tadi siang. Tapi, Ardan juga menyimpan sesuatu dalam pikirannya yang tak diketahui sahabatnya. Fandi pun sebaliknya.<span id="more-84"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Aku merasa ada yang aneh malam ini,” Ardan kemudian memecah keheningan malam yang disertai hembusan angin di luar sana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Apa yang membebani pikiranmu, Fan? Aku melihat sesuatu yang hilang dari raut wajahmu. Di mana muka humoris yang setiap hari selalu terpampang di wajahmu heh?” tanya Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Akhirnya, Fandi memutuskan untuk menceritakan apa yang dialaminya siang tadi. Ardan mendengarnya dengan seksama. Dan, Ardan pun ternyata bisa menangkap pesan dari cerita Fandi. Seperti yang ia duga, mata Fandi berkaca-kaca setelah menceritakan sesuatu yang mengingatkannya pada kejadian setahun lalu. Sesuatu yang amat menyakitkan hati seorang Fandi yang sejatinya pandai melawak. Sesuatu yang tak terlupakan dalam hidupnya. Sesuatu yang membuatnya selalu terbebani perasaan berdosa hingga malaikat maut mencabut nyawanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sore itu, Fandi sedang asyik bermain game di komputernya. Ia hanya ingin me-<em>refresh </em>otaknya sehabis mengerjakan soal-soal ulangan semester akhir. Ia berharap tak seorang pun akan mengganggunya di tengah keterlenaannya memainkan setiap aksi game dalam komputernya. Akan tetapi, harapan seorang yang sedang terbuai oleh dunia, ternyata hanya tinggal harapan. Ibunya dengan panik masuk ke dalam kamar Fandi dan menyuruhnya membeli obat di apotek. “Asma ayah kambuh! Tolong cepat belikan obat di apotik ASRI, Fan! Jangan lama-lama!” Fandi yang kini benar-benar dimabuk game, tak segera merespons perintah ibunya. “Sebentar Bu, tanggung nih. Masih asyik!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ayoalah Nak! Ibu tak bisa berangkat, Ibu harus mengurus ayah! Mana mungkin adikmu ke apotek sendiri naik sepeda? Itu akan memakan waktu lama Nak!” ibu Fandi makin panik dan memohon agar putranya segera bergegas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ibu saja yang beli, Fandi yang jaga ayah!” timpal Fandi yang masih belum berpaling dari komputernya. Dasar, anak bandel!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Akhirnya, ibu yang tak ingin berlama-lama, mengiyakan permintaan Fandi yang sebenarnya tak disetujuinya. Namun, apa boleh buat. Dengan tergesa-gesa, ibu langsung men-starter motor dan dengan kecepatan tinggi menuju satu-satunya tempat yang ada dalam pikirannya. Apotek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Memang dasar Fandi. Setan telah menutup hatinya untuk menghampiri sang ayah yang kesulitan mengambil separuh nafas. Justru adiknya yang berumur tujuh tahun, yang melayani ayahnya. Setengah jam kemudian, si adik berteriak histeris. Fandi terkejut bukan main. Segera ia menuju sumber suara jeritan adiknya. Melihat adiknya berlinangan air mata, jantung Fandi seakan berhenti berdetak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kak, ayah meninggal!” dengan suara serak, si bungsu mengatakan sesuatu yang tentu sangat sakit di telinga kakaknya yang masih berdiri mematung di dekat daun pintu kamar ayah. Tiba-tiba, telepon rumah berdering menyayat hati. Pikiran Fandi kacau. Dengan langkah lemas, ia menuju sumber suara yang kedua. Tak bersemangat ia mengangkat gagang telepon. Lalu, ia tempelkan gagang telepon tersebut di telinganya yang terasa terbakar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Halo,” kata orang di seberang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Fandi tak kuasa menjawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Halo, apakah ini benar nomor Bapak Nurdin?” lanjut suara itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“I-iya, A-anda siapa?” tergagap Fandi menjawabnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Maaf, telah terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang wanita berusia sekitar 43 tahun, atas nama ibu Miranti. Apakah ibu Miranti keluarga Anda? Kami temukan KTP di dalam dompet yang kami temukan di tas korban,” jelas suara di seberang dengan penuh keseriusan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seketika sekujur tubuh Fandi lemas seperti tak bertulang. Ia terduduk lemas. Gagang telepon sudah lepas dari genggamannya. Ia merasa dunia akan segera kiamat. Tiba-tiba kepalanya melihat segala perabot rumahnya berputar, begitu juga dinding rumahnya. Dan akhirnya, ia tak melihat apa-apa. Gelap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kehidupan Fandi selalu terbayang oleh akibat buruk dari keberaniannya menantang perintah seorang ibu dan kali ini, tepatnya siang tadi, ia telah berani mengerjai seorang ibu di toko buku. Dan hal itu menyebabkan Fandi mendapat balasannya tanpa menunggu berhari-hari, namun tak sampai sejam setelah itu. Ia dipermalukan oleh banyak orang di dalam angkot. Fandi seperti kembali pada masa setahun yang memilukan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Melihat keadaan Fandi yang tertekan, Ardan berusaha menghibur sahabatnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sudahlah Fan, ibumu akan memaafkanmu. Yakinlah. Berdoalah untuknya. Juga untuk ayahmu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Semua telah terlanjur, tapi aku baru menyesal. Sungguh bodohnya aku saat itu. Ibu, maafkan aku yang durhaka ini. Aku tak kan pernah tahu seberapa besar dosa yang kutanggung dulu hingga sekarang,” tiba-tiba wajah Fandi merah. Segera ia tertunduk sambil menutup kedua matanya. Ia semakin teringat akan kematian dua orang yang sebenarnya amat dicinatainya, yang terjadi dalam jangka waktu sangat singkat. “Itulah hukuman buatku,” desahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ardan sedikit bingung menghadapi keadaan Fandi yang sangat tertekan jiwanya. Ia melihat Fandi yang sekarang bukanlah Fandi saat di SD, SMP, dan SMA. Dan bukan Fandi beberapa hari lalu yang masih kelihatan aslinya, suka melawak. Ardan pun segera ingat bahwa ia juga memiliki masalah. Tapi masalahnya sangat jauh berbeda dengan masalah Fandi. Kemudian, ia putuskan untuk mengutarakannya pada Fandi, sebab Ardan yakin ia akan suka dengan masalah yang ia hadapi. Dulu sih seperti itu. Tapi, masalah apa gerangan yang disukai orang? Aneh!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Fan, aku juga punya masalah rumit. Bisakah kau membantuku? Kamu tak perlu terlalu bersedih. Dan menurutku, kamu tak pantas untuk itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Langsung saja si Fandi mengangkat kembali mukanya. Dalam hitungan sepersekian detik, wajah Fandi telah kembali ke keadaan semula. Sungguh Fandi yang aneh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Masalah apa Dan?” tanyanya dengan sejuta tanda tanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Emm, sebelumnya aku ingin tanya sama kamu. Enak mana sih pacaran sama nikah? Trus, apa sudah pantas mahasiswa semester tujuh menikah?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ha ha ha, dari dulu, selalu saja seperti itu masalahmu Dan!” goda Fandi yang kini benar-benar kembali seperti awalnya. Seraut muka sedih beberapa saat lalu telah lenyap ditelan bumi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span> </span>“Yah, itulah resiko jadi orang tampan,” jawab Ardan enteng sambil menyisir rambut dengan jari-jari tangannya. Bergaya maksudnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Wuih, sombong banget. Ya deh, aku percaya aku percaya. Emang kamu adalah salah satu manusia beruntung di dunia ini. Calon dokter lagi. Pasti bakalan kaya deh. And, cewek-cewek pasti mabuk deh liat kamu,” timpal Fandi sambil nyengir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Trus, jawabannya apa Fan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya, kalau liat pengalamanmu dulu, mungkin lebih enak pacaran kali. Buktinya, kamu udah berapa kali ganti baju, heee, maksudku ganti cewek. Tapi, apa kamu nggak capek kayak gitu terus? Mendingan langsung aja nikah sama empat cewek. Beres!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Enak aja kamu! Gini gini aku tuh tahu ya kewajiban seorang suami. Emangnya mudah apa, ngurus empat istri, heh?!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Nah, brati nggak enak kan punya banyak istri. Oh ya, kan ada slogan tuh, dua anak cukup. Artinya, dua istri cukup.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sialan kamu Fan! Belum tentu per istri tu satu anak! Bisa saja istri yang satunya nglairin 20 anak!” jawab Ardan mulai sebal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Nah, dari semua itu, mending nggak usah nikah dulu Dan. Kayaknya kamu nggak siap banget. Nikah, emang awal-awal mudah, tapi setelah itu, hmm, bakal lebih asyik!” celoteh Fandi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Perkataan Fandi membuat Ardan harus memutar otaknya. Namun, Fandi berharap temannya itu bisa menarik kesimpulan dari apa yang telah mereka bicarakan. Ya, itulah keistimewaan Fandi. Memecahkan masalah harus melalui proses pemikiran yang bertahap. Dan, pelaku yang bermasalah, ia harapkan bisa mengambil kesimpulan sendiri. Kini, ia berharap Ardan akan segera menemukan jawabannya. Fandi dengan sabar menunggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Iya ya. Brati kalau mo nikah harus siap lahir batin dulu dong. Dan, kalau dipikir-pikir, sepertinya aku belum siap. Artinya, aku nggak nikah dulu. Apa begitu Fan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Seratus! Akhirnya, lama banget sih mikirnya. Ya udah, saranku kamu nggak nikah dulu. Sabar bung, tinggal nunggu nggak sampe setahun, mungkin kamu udah jadi dokter. Barulah kamu bisa nikah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tapi&#8230;,”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Aduuh, ada apa lagi Dan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Aku mo tanya ma kamu, akhwat tu emangnya gimana sih bedanya sama cewek-cewek biasanya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Aah, sialan kamu Dan. Kenapa nggak bilang dari tadi? Aku sekarang udah ngantuk banget! Jadi, ni baru masuk ke acara inti? Ah, besok aja! Aku udah nggak bisa mikir nih. Udah, jadiin mimpi dulu deh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tapi&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Oya, nanti malam kan ada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010. Nah, waktu tu aja kamu curhatnya. Plizz, aku capek nih!” pinta Fandi yang matanya udah memerah. Emang udah ngantuk kali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya udah deh! Tapi, mi rebusku gimana nih. Dingin sudah!” Tiba-tiba Ardan teringat dengan masakan buatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sori, aku udah nggak lapar. Makan aja sendiri. Oya, sebelumnya makasih udah mau mbuatin. Besok lagi yach&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ardan tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia lalu teringat dengan tawaran dosennya untuk menikahi putrinya, meski dosennya itu menyampaikannya dengan nada bercanda. Namun, cukup membuat Ardan salah tingkah. Sungguh, sebenarnya ia belum siap untuk itu. Tapi, sebagai asdos, Ardan akan merasa sungkan untuk menolak. Dan, untuk saat ini, baginya menikah adalah sesuatu yang sangat sakral, asing, dan mungkin ia akan menangis karena ia akan memasuki dunia yang belum pernah sekalipun ia datangi. Pikirannya kusut. Akhirnya, tak mau disibukkan oleh semua itu, Ardan langsung merebahkan tubuh di kasurnya. Tak lama kemudian, ia langsung terlelap. Ia telah memasuki alam mimpinya. Entah, apa, siapa, di mana, dan berlaku sebagai siapa ia dalam mimpinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> ~_^</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Rembulan yang enggan menampakkan sinarnya, menemani seorang hamba yang sedang berdua dengan kekasihnya. Hamba yang hina. Hamba yang angkuh. Hamba yang selama ini tak pernah menjumpai kekasihnya dalam keheningan malam yang kan menemani mereka berdua dengan kekhusyu’an dan rasa berdosa seorang hamba. Linangan air mata akhirnya tak terbendung lagi. Kerendahan diri itu semakin memojokkan hamba yang selalu mendulang dosa dalam setiap pergerakan masa menuju akhir dunia fana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Entah mengapa hatinya terasa lekat dengan Rabb-nya. Sungguh, malam ini takkan terlupakan dalam hidupnya. Seorang mantan playboy cap jempol, lulusan SMA Tunas Muda Magetan ini, tiba-tiba saja merasa rindu pada seseorang. Namun, tak tahu ia, kepada siapa rasa rindu itu tertuju. Makin lama, rasa itu makin kuat membelenggunya. Hingga ia berusaha mengorek masa lalu, saat Vika menggandeng erat tangannya, saat Sinta diboncengnya, saat Intan memberinya empat belas bunga pink dan empat belas batang coklat di hari valentine, dan saat Tika dengan berani menampar mukanya. Tapi, Ardan tahu, rasa rindu itu bukan untuk mereka semua. Mereka telah terhapus dalam hidup Ardan. Ia terlampau lelah melayani dara-dara jelita yang sejatinya hanya sebuah permainan seekor monyet bercinta. Sungguh Ardan merasa tertipu sekarang. Tepatnya, dunia begitu lihai dan cerdik menjermuskan dirinya dalam jurang kehidupan yang hitam kelam nan gelap gulita. Tiba-tiba saja, ia teringat dengan seorang cewek, yang ia tahu sering disebut dengan kata-kata ‘akhwat’, yang sering diceritakan oleh Fandi padanya. Tak jarang pula dulu, saat SMA, Fandi berusaha menjadi mak comblang yang menjodoh-jodohkan dirinya dengan akhwat itu, sebab kata Fandi, akhwat itu juga menyimpan sedikit rasa simpati padanya. Karena berbeda jalur, akhirnya akhwat itu tak dihiraukan lagi oleh Ardan. Dan, selama mereka duduk di kelas satu SMA, Fandi selalu, dan hampir setiap hari menceritakan segala kebaikan akhwat itu di depan Ardan, sebab Fandi sekelas dengan akhwat itu, dan ia tidak sekelas dengan Ardan. Tapi, cerita itu hanya tinggal cerita bagi Ardan saat itu. Namun sekarang, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Begitu bodohnya aku. Kenapa aku memilih cewek-cewek cantik berhati sekeras batu daripada memilihnya? Tapi, mana mungkin akhwat pacaran? Apakah akhwat itu masih seperti dulu ya?” batin Ardan dalam hati. Kemudian, ia berusaha mengingat nama akhwat itu. Sambil melihat bulan separuh lewat jendela kamar dalam keadaan duduk di lantai sehabis shalat tahajud, terlintas sebuah nama yang ia yakini bahwa itulah nama akhwat yang mulai merasuki memorinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Mila! Oh, aku baru ingat. Tapi, kenapa aku tiba-tiba jadi mikiran dia ya?? Ah, lebih baik aku segera mbangunin Fandi buat shalat malam, trus nonton bola. It’s better!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">+_+</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Malam yang kelam. Angin dengan tanpa perhitungan berhembus begitu kencang. Dua pasang mata yang masih separuh terbuka, telah siap menyaksikan ‘<em>big match’</em> babak kualifikasi Piala Dunia 2010, Spanyol melawan Jerman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Gimana jawabnya Fan? Jangan biarkan aku mati penasaran deh!” Ardan memulai pembicaraan kedua remaja yang telah beranjak dewasa itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ehm, kalo menurut semua pengalamanku saat aku berkecimpung di ta’mir SMA dulu, kata ‘akhwat’ itu mengandung sebuah arti yang begitu indah. Itu kan dari bahasa arab. Dulu waktu aku ikut kegiatan tafsir, pak Hamid pernah bilang, akhwat dan ikhwan asal katanya dari ukhtun dan akhun yang artinya saudara. Jamak untuk ukhtun itu, akhowaat, kalo untu akhun, jamaknya kalo nggak salah, ikhwaanun. Jadi, kata akhwat dan ikhwan itu seperti serapan. Akhowat jadi akhwat, trus kalo ikhwaanun, jadi ikhwan,” jawab Fandi bak seorang ahli tafsir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Trus, maksudmu arti yang indah tu apaan?” Ardan dengan antusias hendak memuaskan rasa penasarannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Hmm, kalo arti itu, maksudku adalah kesan. Kamu tahu tidak, enak banget lho di ta’mir tu. Kesan saling membutuhkan tu kerasaaa banget. Akhwat dan ikhwan pokoknya saling melengkapi. Ya, hanya itu yang sedikit aku peroleh sejak aku ikut ta’mir. Sebenarnya, aku juga belum maksimal menjadi anggota ta’mir.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kalo masalah kamu belum maksimal jadi anggota ta’mir sih, aku udah tahu,” ejek Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Oke! Mendingan aku, daripada kamu yang sama sekali nggak pernah nyentuh masjid, ha ha ha&#8230;,” Fandi balas mengejek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tapi, bukan berarti aku nggak pernah shalat!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Emang sih, tapi shalatmu pasti di akhir waktu and secepat kilat!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ardan diam. Dipikir-pikir, emang betul si Fandi. Begitu buruknya aku saat itu. Suka pacaran, nggak pernah ke mesjid, shalat molor, nggak khusyuk. Sungguh terlalu! Pikir Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kamu bener Fan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“O, ya jelas&#8230;!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ehm, trus pertanyaan intiku bagaimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Yang mana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Apa bedanya akhwat dengan cewek-cewek biasa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kalo itu sih, aku nggak terlalu banyak tahu. Tapi, sepengetahuanku, jelas perilaku mereka lebih islami, pakaiannya syar’i, dan menurut kata hatiku, mereka lebih anggun daripada para <em>dating women</em> yang udah pernah kamu nikmatin! Dan, salah satu impian mereka adalah mendapatkan seorang ikhwan yang bener-bener top, top dunia, jos akhiratnya!” Sejenak, Ardan merasa perkataan Fandi begitu menancap dalam hatinya, tapi itu cukup menyadarkannya dari segala keburukan dirinya di masa silam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sementara itu, pertandingan pun telah berjalan selama sepuluh menit. Tanpa menunggu lama, partai besar itu berlangsung seru. Fandi mulai berdebar-debar saat serangan skuad Jerman tanpa ampun menggempur pertahanan Spanyol. Namun, dengan sigap Cassilas selau berhasil menyelamatkan gawang tim matador dari aksi-aksi cantik para striker Jerman di gawang lawan. Apalagi, Ballack dan Podolski dengan spirit besar mereka selalu mengecoh para pemain belakang Spanyol. Puyol sempat puyeng dibuatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Fandi memang telah larut dalam keasyikannya menikmati setiap pergerakan si kulit bundar yang tak jauh beda dengan seorang aktor macho yang menjadi incaran penggemarnya. Di sisi lain, Ardan malah semakin penasaran dengan apa yang telah disampaikan oleh sahabatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Eh Fan, ikhwan top itu, yang bagaimana? Caranya gimana biar bisa kayak gitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sori Dan, kalo itu aku nggak tahu! Udah deh, kamu refreshing dulu aja. Tu tu liat, pemain favoritmu tengah beraksi! Nah lo, dia tetep tampan kayak kamu kan? Ha ha ha&#8230;.,”<span> </span>Fandi berusaha mengalihkan pikiran Ardan. Memang, untuk masalah ini, Fandi telah merencanakan sesuatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Yo yo yo, hidup Gracia!! Tendang tendang! Yo, Torres robek gawang Lehmann! Goooooooooooooollllll!!!!” Fandi berteriak sejadi-jadinya. Girang ia melihat duet Torres-Gracia membuahkan gol indah. Pahlawan matador itu akhirnya berhasil memecah kebuntuan setelah tiga puluh menit sejak peluit tanda pertandingan dimulai, serangan kedua tim selalu dapat dipatahkan. Para pemain Spanyol pun bersorak gembira merayakan gol pertama mereka. Pertandingan pun berlanjut. Akhirnya, terdengar peluit tanda babak pertama usai. Spanyol unggul 1-0 atas tim panser. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sembilan puluh enam menit pertempuran sengit itu berlangsung. Dewi fortuna sedang berpihak pada kesebelasan di bawah komando kapten Iker Cassilas. Kedudukan tetap 1-0 bagi kemenangan Spanyol. Puas Fandi melihatnya. Namun, justru sebaliknya bagi Ardan. Pemain favoritnya begitu menyebalkan. Nggak agresif, katanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">-_-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Puasa hari pertama telah dimulai. Fandi tampak bersemangat. Tapi, tunggu dulu! Ternyata semangatnya bukan untuk itu! (glekk!). Ia akan segera menjalankan rencananya di hari ulang tahun Ardan yang ke-23. Hmm, usia seorang yang segera memasuki masa remaja tingkat tiga. Pikir Fandi. Tapi, Ardan belum menunjukkan tanda-tanda untuk itu. Memang, dia masih agak cengeng. Fandi mulai masuk tingkat analisis. Sok banget. Hhh!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mahasiswa jurusan psikologi UNS itu telah merencanakan sesuatu buat sahabatnya. Kali ini ia tampak sibuk mempersiapkan alat-alat untuk melancarkan aksinya. Tanpa sepengetahuan sahabatnya, di hari terakhir menjelang Ramadhan itu, ia ingin membuat kejutan bagi Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sore hari sepulang kuliah, Ardan tampak sangat lesu. Tentu saja, hari itu ia begitu sibuk dengan segala persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti seleksi beasiswa program S-2 di Kyoto University. Dan kali ini, ia hanya ingin melakukan satu hal. Tidur. Tiba di rumah kontrakannya yang hanya bersama Fandi ia menghuninya, Ardan segera menuju kamar tidurnya sesaat setelah menaruh sepatunya di rak. Tanpa susah-susah untuk berpikir panjang lagi, Ardan membuka pintu kamar tidurnya dengan sejuta spirit untuk segera meluruskan badannya yang pegal-pegal karena telah menempuh jarak yang cukup jauh dengan kendaraan pribadinya nan alami dan ramah lingkungan. Kedua kakiya. Akhirnya, perlahan tapi pasti, pintu kamarnya terbuka. Dan, sungguh terkejut ia. Seketika itu juga, spiritnya untuk tidur hilang. Ia seakan tak percaya atas apa ia saksikan. Memangnya, ada apa sih? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seluruh isi kamar Ardan berubah! Semua serba pink. Banyak terpajang karangan bunga di sana-sini. Begitu juga tulisan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span><strong><span style="font-family:AndrewGothic;">Met ULTAH ke-23 Prend&#8230;!!!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span><strong><span style="font-family:AndrewGothic;">Moga Panjang Umur n Bahagia&#8230;.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:AndrewGothic;">Moga dapet pasangan hidup shalihah ye,,,</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:AndrewGothic;">Kalo jadi ke Jepang, ikut yach!!!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan masih ada sederetan kata-kata mutiara serta doa-doa yang ditujukan pada dirinya. Sesuatu yang membuatnya bertambah heran, kenapa kamar tidurnya jadi kayak kamar tidur cewek. Iiih, geli Ardan rasanya! Ini pasti ulah si Fandi. Dasar tu anak kurang kerjaan. Pikirnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tiba-tiba saja, pandangan Ardan tertuju pada sebuah kertas karton berwarna pink di dekat meja kecil tempat Ardan meletakkan laptopnya. Karton itu bertuliskan ‘Ardan, mantan PLAYBOY SEJATI, jadi IKHWAN SEJATI’. Tulisan itu berukuran besar hingga memenuhi karton. Saat mengangkat kertas karton itu dari tempatnya, ternyata ada sesuatu di bawahnya, sebuah kado besar berbentuk simbol ‘love’ tiga dimensi yang dibungkus kertas kado bergambar spiderman yang sedang beraksi namun ada gambar ‘love’ di dadanya. “Hmm, pasti Peter Parker sedang merindukan Marry Jane,” batin Ardan. Ardan mencermati kalimat yang ditulis di atas karton itu. Ternyata ia belum berhasil menangkap maksudnya. Mungkin karena ia terlalu payah. Kemudian, ia alihkan perhatiannya pada kado yang menyimpan sebuah makna hanya dari kertas yang membungkusnya. Entah, apa isinya. Semua itu, jelas melenyapkan rasa lelah yang ia bawa sepulang kuliah tadi. Kemudian, terlintas dalam pikiran Ardan untuk menghubungi Fandi. Sejak pagi, ia tak melihat batang hidung temannya yang sering usil pada dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Halo, Fan kamu sekarang di mana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sori Dan, aku lagi di rumah temen nih! Gimana, kamu suka kan? Met ULTAH ya&#8230;. Jangan lupa, dibuka kadonya!” jawab Fandi dengan gaya usilnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tapi, apa maksud semua ini Fan? Kamu bikin aku pusing!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tak perlu pusing Bung! Itu hanya wujud ucapan selamatku tadi,” jawab Fandi enteng.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tapi, kenapa harus pink warnanya? Trus, maksud tulisan di karton itu apa? Dan, aku tambah bingung memaknai gambar di kertas kado itu,” sembur Ardan yang sangat berharap Fandi akan menjelaskan perbuatan isengnya. Tepatnya, tanggung jawab maksudnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Hmm, selama bulan suci ini, kuberi kau kesempatan memaknai segala apa yang menurutmu mengganjal di hatimu. Dan, aku yakin kamu pasti akan menemukannya. Dan, aku berharap untuk itu. Selamat berjuang&#8230;.” jawab Fandi tetap dengan gaya usilnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tapi&#8230;.,” Ardan hendak protes.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Oh ya, sebelumnya aku minta maaf kalau selama ini aku banyak salah. Selama 15 hari aku nggak bisa nemenin kamu makan sahur atau buka, aku lagi punya proyek nih. Udah ya. Assalamu’laikum akhi,” Fandi langsung menutup teleponnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Wa’alaikumsalam,” jawab Ardan yang masih menyimpan ribuan pertanyaan dalam hardisk-nya. “Akhi?!!” batinnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">~_~</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> “Lima belas hari nylesein proyek apaan? Pasti bercanda. Puasa-puasa lagi. Tapi, malang banget kalo harus ngejalanin puasa sendirian. Emang sih aku jomblo, tapi bukan berarti harus hidup sendiri. Jadi kayak Om Caca. Masak masak sendiri, makan makan sendiri. Ah, nggak asyik tahu!” gerutu Ardan pagi hari setelah sembahyang subuh sekaligus sehabis makan sahur untuk kali pertama. Kejadian kemarin membuat hatinya merasa aneh. Untung saja kado yang diberikan Fandi belum ia buka. Emang ia sengaja. Kan ultahnya baru hari ini. Dengan sedikit rasa penasaran (yang banyak udah keluar kemarin, hiii) dipeganginya kado yang ia belum tahu isinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Apa ya isinya? Sudah waktunya membuka belum ya?? Emm, daripada mati penasaran, mending sekarang aja,” Ardan bicara sendiri layaknya orang nggak beres.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Perlahan sekali Ardan membuka kado itu. Nggak langsung ia robek. Ia lepas tempelan-tempelan selotip yang merekatkan setiap lipatan kertas kado yang membungkus sesuatu di dalamnya. Tak sampai semenit, Ardan berhasil membuka tabir rasa ingin tahunya atas keusilan Fandi. Didapatinya dua buah buku, yang satu tebalnya sekitar 200 halaman dan lainnya buku populer karya Salim Akhukum Fillah, ‘Saksikan Bahwa Aku seorang Muslim’. Lalu, buku yang satunya judulnya apa?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kisah Nyata Playboy Menjadi Ikhwan Sejati? Inikah yang Fandi maksud? Sepertinya menarik!” gumam Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sebelum membuka buku-buku itu, Ardan menemukan lagi secarik kertas berwarna pink berisi tulisan yang ditulis menggunakan tinta warna hijau. Sungguh aneh, tapi sarat makna. Tinta hijau, apa artinya? Ardan menggaruk kepalanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh&#8230;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Akhi Ardan,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Afwan, bila selama ini ana sering berbuat yang tak berkenan di hati antum</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Afwan, bila selama ini ana sering usil dan menjengkelkan hati antum</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">tapi, itu semua ana lakukan karena ana khilaf</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">semua tak bermaksud apa-apa kecuali ana hanya hendak mempererat ukhuwah</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ikatan persahabatan ini, ana harapkan tak putus hingga akhir hembusan nafas</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ana persembahkan hadiah teristimewa ini hanya untuk antum </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">shohib ana dunia akhirat&#8230;. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">inilah hadiah teristimewa,,,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">ana berharap sebuah revolusi besar kan segera antum lakukan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">dalam waktu singkat, tapi mantap</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">saat mengenang antum mulai memasuki dunia fana,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">di hari yang bersejarah ini, antum tentu mengenang betapa hebatnya seorang mujahidah menyelamatkan janinnya dengan mengorbankan segala yang ia miliki, hingga ia rela meski harus nyawanya yang harus dipertaruhkan,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Maha Suci Allah yang telah menciptakan wanita sehebat ibunda antum,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">yang menyayangi antum hingga antum juga hebat seperti dia</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selamat atas bertambahnya bilangan usia antum</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selamat atas bertambahnya kedewasaan antum</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selamat atas bertambahnya ilmu antum untuk menatap bentangan samudera kehidupan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Namun di sisi lain, ana hanya sekedar mengingatkan antum, bahwa jarak tempuh antum ke pintu liang lahat juga semakin mendekat seiring berjalannya waktu,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">semua insan kan merasakan saat-saat itu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">saat dunia kan melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat tinggal pada kita dengan senyum kecutnya</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">tapi, jangan khawatir akhi, dengan memperjuangkan din-Nya, dan membuka bank amal yang senantiasa kita setor di setiap hembusan nafas, Insya Allah itulah yang mempermudah perpisahan kita dengan dunia</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Saudaraku, di bulan yang suci nan mulia ini, seorang bayi akan lahir dari celupan warna Ilahi, dialah seorang ikhwan sejati, ismuhu, Ardan Al Husaini..</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan tahukah kau saudaraku, sengaja kutulis isi hatiku ini menggunakan tinta hijau, bahwa hijau adalah warna surga. Ana berharap, kita kan bertemu di sana, menjumpai Rabb kita&#8230;. Aaamiiin&#8230;.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Selamat berselancar di lautan rahmat dan ampunan, menuju kemenangan menjadi ikhwan sejati sepanjang zaman.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> <span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span> </span>Sahabatmu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tak terasa, air mata keluar dari sudut mata mantan playboy itu. Sungguh, ia tak menyangka, di bagian hati terdalam sahabatnya tersimpan setitik kemuliaan. Ia tak mengira, seorang Fandi yang ia pikir hanya seorang yang biasa saja, suka bercanda, dan mengoloknya setiap ada dara jelita mendekatinya, ternyata memiliki perhatian besar pada sahabatnya, tepatnya Fandi sebut, saudara. Tiba-tiba saja, Ardan merasa rindu pada keluarganya di Magetan, khususnya sang ibu. Ia sekarang seperti merasa sedang di dalam bui, terisolasi. Tapi, ia merasakan percikan kasih sayang seorang ibu dan seorang sahabat. Kasih sayang yang luar biasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Perlahan Ardan membaca buku pemberian Fandi, selembar demi selembar. Ia berusaha mencermati kata demi kata. Ardan merasa bahwa Fandi sekarang sedang menjelma menjadi buku yang ia baca. Meskipun ia tak bisa diajak bicara, namun buku itu tiba-tiba saja begitu keras mengetuk pintu hatinya. Entah kenapa, wajah Fandi seperti selalu terpampang di antara puluhan ribu huruf yang tercetak dalam buku yang dibacanya. Ardan pun seakan tak ingat lagi dengan dara-dara jelita pengagumnya yang selalu mengejar-ngejar dirinya. Ia akan bermetamorfosis dari seekor ulat menjijikan, menjadi kupu-kupu yang elok rupawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">*_*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Segala sesuatu butuh proses. Sesuatu yang awalnya buruk akan berubah menjadi sangat indah pun, juga butuh tahapan. Seorang yang bodoh akan menjadi jenius jika ia terus belajar, mengasah kemampuan, sedikit demi sedikit, setapak demi setapak. Dan kini, seorang playboy kelas kakap pun ternyata bisa menjadi seorang ikhwan. Ya, Ardan kini telah membulatkan azzamnya untuk ikut serta dalam barisan tentara pembela agama Allah. <em>Intanshurullaahayanshurkum wa yutsabbit aqdaamakum</em>. Itulah yang sekarang terpatri dalam hati seorang Ardan Al Husaini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sebuah tulisan terpajang di dinding kamarnya yang masih serba pink, <em>‘Change Your Self’</em>, memotivasi dirinya untuk menuju kemenangan. Semangatnya begitu membara untuk mendapatkan keberkahan Ramadhan. Akan tetapi, ada secuil ketidaknyamanan dalam hatinya karena Ardan harus menjalani hidup seorang diri tanpa Fandi hingga puasa hari kelima belas. <span> </span>Kurang tiga hari lagi, pikirnya. Herannya, <em>handphone</em> Fandi tak pernah aktif sejak ia menghubunginya hari terakhir sebelum puasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan lagi, Ardan masih merasa beruntung setelah ia ikut dalam kepengurusan Masjid Al Kautsar di kampusnya. Meskipun bertambah kesibukannya, ia sangat menikmatinya. Satu hal yang membuatnya sedikit tersanjung, yaitu saat teman-teman seperjuangannya di masjid itu, memanggilnya, Akhi Ardan! Wah, benar-benar GR dia. Hiks!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tak hanya menambah kesibukan menjadi pengurus kegiatan. Ardan pun berusaha menambah ibadah mahdhahnya. Ia yang jarang dan hampir tak pernah shalat tahajud, sekarang tak pernah bolong. Tilawah pun bertambah, sehari satu jus. Target khatam dalam sebulan! Ardan pun bertekad menghafalkan jus 28, 29, 30 sebelum menghafal Al Qur’an seluruhnya. Subhanallah, semangatnya benar-benar telah terbentuk begitu kokoh. Begitu cepat!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sudah memasuki hari kelima belas Ramadhan, Fandi belum juga menampakkan batang hidungnya. Padahal, tinggal beberapa menit lagi waktu buka puasa. Ardan telah mempersiapkan segala makanan kesukaan Fandi hari itu. Ardan yakin Fandi akan membuat kejutan lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Fan, lihatlah aku sekarang ini. Aku harap, kau segera kembali. Dan, nggak main-main lagi,” kata Ardan dalam hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Namun, hingga terdengar adzan maghrib Fandi belum datang juga. Ardan tiba-tiba merasa tak enak hati. Akhirnya, ia putuskan untuk shalat maghrib dulu sebelum berbuka. Ia hanya makan sebuah kurma dan minum segelas teh hangat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ardan makin tak mengerti, hingga selesai shalat tarawih, Fandi masih belum pulang juga. Lalu, Ardan berusaha menghubungi teman-teman Fandi. Sungguh lega hatinya. Ia berhasil menemukan di mana Fandi berada, lewat hp temannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Sori prend, hp-ku dicuri orang and belum sempat hubungi kamu. Lagi sibuk banget nih, he he he&#8230;” oceh Fandi di seberang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Tapi kamu nggak pa pa kan? Bikin bingung aja. Eh Fan, proyek apaan sih? Sampe segitunya nglupain temen!” gerutu Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Hmm, rahasia donk! Tapi, kamu nanti pasti tahu deh and bakalan ngrasain juga untungnya,” jawab Fandi, tetap dengan nada gurauan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Jangan jangan proyek narkoba lagi! Haram tau!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Waah, ya nggak donk! Su’udzon melulu bawaannya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kamu nggak pulang hari ini, Fan?!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Aduh, sori prend, kayake nggak bisa. Mungkin malam hari raya aku baru bisa pulang. Sori banget ya Dan, kamu cari temen lain aja buat nemenin kamu di kontrakan,” usul Fandi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya udah kalo gitu. Ati-ati aja. Jangan berbuat macem-macem di bulan puasa lho!” pesan Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Iya Pangeran&#8230;. Assalamu’alaikum,” Fandi memutus sambungan telepon sambil tersenyum lega. Entah apa yang ada di dalam hatinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">-_-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hari-hari berlalu dengan spirit baru. Ardan memang merasakan dirinya telah baru. Ia kini, bukan Ardan saat SMA. Bukan Ardan yang selalu hidup dengan sejuta bidadari nan cantik jelita. Ia sempat tertawa geli mengingat segala pengalaman konyolnya masa lalu. Betapa mudah ia dibodohi oleh rayuan wanita-wanita penggoda. Bodoh! Bodoh sekali! Betapa kotor tanganku yang telah menyentuh kulit-kulit yang bukan muhrimku. Sungguh! Air seberapapun tak kan bisa membersihkannya, kecuali hanya kembali kepada-Nya. Kisah cinta itu, benar-benar membuatnya gila dan terpedaya dunia. Ardan pun, hendak menghapus semua itu dari memorinya yang lama. Ia akan segera menjadi seekor kupu-kupu yang indah warnanya. Namun, bukan untuk menarik wanita. Melainkan hanya untuk Allah semata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seiring dengan hari-hari puasa yang begitu cepat berlalu, Ardan semakin disibukkan dengan kegiatan Ramadhan di kampusnya. Namun, itu semua seperti terasa amat ringan di kala tangan-tangan suci dan jalinan erat ukhuwah selalu menyelubunginya. Dan satu lagi yang membuatnya begitu bersemangat, tinggal selangkah lagi, beasiswa kuliah di Kyoto akan diperolehnya. Dan tahun depan, ia akan segera meninggalkan ibu pertiwi, dan juga Fandi. Ia berharap, tes terakhir akan dilaluinya dengan lancar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sepuluh hari menjelang hari raya, Ardan mengajak dua teman jurusannya untuk menginap di kontrakannya. Ia tak tahan kalau harus hidup sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Nah, kalo gini kan rame. Gimana Rud, kamu mau kan nemenin aku sampe bedug hari raya?” tawar Ardan pada temannya yang bernama Rudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ya, boleh-boleh aja. Gue akan anggap ini rumah sendiri,” jawabnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Nah, kamu kan jago masak, so semua bahan-bahan akan kusediain, tinggal kamu mengolahnya buat kita,” usul Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Ide bagus tuh!” sambung yang lain. Ali namanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Oke! Itung-itung amal di bulan Ramadhan. Siapa takut? Pokoknya tinggal masak aja yach!” balas Rudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Setuju! Yang penting kita harus kerja sama. Team work. Oh ya, aku punya usul nih. Gimana kalo malam hari raya kita masak agak banyakan, trus kita bagi-bagi tuh makanan ke anak yatim and fakir miskin sekitar sini. Gimana? Sepakat nggak nih?” tiba-tiba saja ide itu muncul dari lubuk hati terdalam Ardan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Waaah, mulia baangeeetzz, co cweet! Tapi, kita juga harus tahu data anak yatim sama fakir miskin sekitar sini, biar kita bisa ngira-ngira seberapa banyak makanan yang akan di masak oleh chef Rudi, he he he&#8230;.” goda Ali sekaligus menyumbang saran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Cocok!” seru Rudi dan Ardan hampir bersamaan. Ketiganya tertawa cekikikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hari itu Ardan merasa tak kesepian lagi. Ditemani Rudi dan Ali, Ardan tambah bersemangat. Apalagi, semangat ibadahnya kian menunjukkan kenaikan yang siginifikan. Emang, peran Rudi dan Ali juga besar dalam hal ini. Mereka berdua juga anak mesjid lho! Tilawah Ardan makin sering di akhir-akhir bulan puasa ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sementara itu, kuliah pun tetap berjalan semestinya, namun penuh dengan berbagai hikmah kehidupan. Tes terakhir beasiswa ke Jepang akan dijalaninya esok hari. Ardan yakin, ia bisa. Ia percaya itu, karena Allah akan menuruti persangkaan hamba-Nya. Segalanya telah Ardan persiapkan untuk menghadapi tes terakhir yang amat menentukan itu. Tinggal bagaimana esok kan berjalan dengan kemantapan iman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> &gt;_&lt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tak terasa, begitu cepat waktu berlalu. Saatnya menyambut hari ketika insan-insan terpilih merayakan kemenangan setelah mendapatkan rapor dengan predikat seorang muttaqin. Hari bahagia di malam hari raya, begitu berkesan dalam hati Ardan. Rencana yang ia susun bersama Rudi dan Ali pun telah mereka laksanakan dengan lancar. Terlihat wajah-wajah girang bocah-bocah cilik tak berdosa yang telah kehilangan orang yang amat mencintinya dan yang sungguh mereka cintai pula. Ungkapan terima kasih terus mengalir dari lisan mereka yang merasa sangat dipedulikan. Ardan cs. pun berharap, pahala juga mengalir di saat bintang-bintang tersenyum menyaksikan hamba-hamba-Nya menyantuni makhluk-Nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kebahagian itu makin memuncak. Ardan berhasil mendapatkan beasiswa kuliah S-2 di Kyoto University. Dan, orang yang pertama kali ia beri tahu, adalah ibunda dan ayahanda. Mereka tak kuasa menahan tangis mendengar berita yang begitu menyejukkan telinga. Lengkap sudah! Seiring dengan seruan takbir yang menggetarkan kalbu, Ardan merayakan keberhasilannya itu bersama kedua sahabatnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Namun, di sisi lain, kenikmatan yang begitu besar itu tak membuat Ardan lupa pada jasa besar Fandi yang memotivasinya hingga ia menjadi seperti sekarang ini. Sebuah penantian yang melelahkan. Selepas isya’, batang hidung calon psikolog itu tak muncul juga. Ardan berusaha bersabar menunggunya. Kehadiran Rudi dan Ali mengurangi rasa kahwatirnya pada Fandi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ketika jam telah menunjukkan pukul 21.30, terderang suara ketukan di pintu ruang tamu. Seorang cowok berumur kira-kira 19 tahun mengantarkan sepucuk surat pada Ardan. Dan agaknya, rasa lelah untuk menanti pun terhapus jua. Ternyata, surat itu dari Fandi. Katanya dalam surat itu, Fandi belum bisa pulang hari itu. Dan, sesuatu yang membuat Ardan terhenyak, ada di bagian akhir surat Fandi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Maafkan aku Dan, aku tak<span> </span>bisa kembali ke kontrakan hari ini, mungkin besok atau lusa</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Maafkan jika aku sering berbuat salah padamu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sebenarnya, semua hadiah istimewa di hari ulang tahunmu, bukan dariku</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Aku hanya sebatas menjalankan perintah</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tapi, jangan khawatir Dan, itu semua hanya buat kebaikanmu kelak</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ia adalah seorang cewek berhati sebening embun di pagi hari</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kamila Nasyita&#8230;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ya, dialah seorang akhwat yang sebenarnya amat kau rindukan</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan, tulisan bertinta hijau itu, keluar dari dalam hatinya</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dan, ada berita gembira buat Pangeran Ardan,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ia ingin kau meminangnya&#8230;</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Esok hari hari, paling lambat hari ke-7 bulan syawal</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Ia telah mempersiapkan segalanya di bulan puasa</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Janganlah kau kecewakan ia untuk kedua kalinya</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Terimalah ia yang tak putus asa menantimu,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">sebagai pendamping setia dalam hidupmu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">aku mohon&#8230;.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> <span> </span>sahabatmu</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span> </span>Fandi Ahmad</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seketika, Ardan tak bisa membendung air matanya. Kerinduannya pada Fandi belum pernah sebesar ini. Semua seakan seperti dalam dunia mimpi. Ardan tak percaya, ternyata akhwat yang selama ini tak digubrisnya, mempunyai perhatian besar pada dirinya. Ia tak tahu harus berbuat apa. Yang jelas, ia belum siap menerima tawaran Mila. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Rudi dan Ali yang sejak tadi diam, terbengong-bengong saat Ardan melakukan adegan yang belum pernah sekalipun mereka ketahui. Mereka merasa penasaran, ingin tahu isi surat yang dibaca Ardan hingga membuat ekspresi kebahagiaan yang terpancar sejak sore tadi, berubah menjadi seonggok rasa sedih yang mendalam. Ardan pun tak bisa menyembunyikan isi hatinya. Terpaksa ia ceritakan segalanya mulai dari awal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Selamat ya Dan, kamu pantas mendapatkan wanita shalihah seperti dia. Insya Allah ia bisa membahagiakanmu,” Ali berusaha memberi dorongan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Wah, malam yang istimewa buatmu, Kawan! Udah, jangan sedih gitu dong!” celetuk Rudi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Terima kasih. Tapi, aku, aku tak bisa menerima tawaran itu!” suara Ardan terdengar berat keluar dari lisannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Kenapa???! Kamu jangan ngecewain dia Dan!” protes Ali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Bukannya itu kemauanku Al. Tiga bulan ke depan aku harus mengikuti karantina di Jakarta sebagai persiapanku berangkat ke Jepang. Dan, aku akan semakin sibuk dengan semakin berjalannya waktu menjelang keberangkatanku nanti. Jika aku menikah sekarang, apakah ia akan kutinggal setelah itu? Aku lebih tak tega. Jika ia mau lebih sabar menungguku, aku terima tawaran itu,” jelas Ardan panjang lebar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Hmm, sepertinya ini sulit,” gumam Ali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Jika upacara sakral itu dilakukan dalam waktu sepekan ke depan, sungguh, aku mengaku bahwa aku belum siap. Tiga puluh hari, aku telah bersusah payah membangun spiritku menemukan cinta sejati dari Rabb-ku, dan cintaku untuk terus menimba ilmu. Aku putuskan untuk tak menikah dulu sebelum aku bisa melanjutkan kuliah S-2. Dan mungkin, aku baru bisa melakukannya di tengah-tengah saat aku menempuh program S-2. Tekadku sudah bulat, Al, Rud!” jelas Ardan dengan sedikit rasa kecewa dalam hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Yah, mau bagaimana lagi. Keputusan terakhir hanya ada di tanganmu. Memang, kami tak bisa memaksamu Dan!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pandangan Ardan tertuju pada bulan sabit yang seakan enggan menemaninya malam itu. Bintang-bintang pun tak secerah kemarin. Kuharap, malam yang berubah menjadi begitu dingin, kan menjawab semuanya, pikirnya dalam kekalutan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> @_@</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=84&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/19/refreshing-yuks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Aqsha</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/11/al-aqsha/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/11/al-aqsha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 10:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[dari palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Panggilan Terakhir Sebelum Al-Aqsha Runtuh Di perempat tahun 2001, Dunia diguncangkan dengan suatu undang-undang negara yang membuat marah, ketika pemerintah Afganistan yang dipimpin Taliban mengumumkan niatnya untuk menghancurkan patung-patung budha yang ada di negaranya. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan undang-undang internasional. Terkait masalah ini, negara-negara Barat dan sebagian Negara Timur Tengah memminta pemerintah Taliban untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=80&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div class="artDetailHeadline"><strong>Panggilan Terakhir Sebelum Al-Aqsha Runtuh</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td><span class="PublishedDate"><br />
</span></td>
</tr>
<tr>
<td class="artDetailContent">
<p style="font-size:10pt;">Di perempat tahun 2001, Dunia diguncangkan dengan suatu undang-undang negara yang membuat marah, ketika pemerintah Afganistan yang dipimpin Taliban mengumumkan niatnya untuk menghancurkan patung-patung budha yang ada di negaranya. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan undang-undang internasional. Terkait masalah ini, negara-negara Barat dan sebagian Negara Timur Tengah memminta pemerintah Taliban untuk mengurungkan niatnya. Mereka juga mengutus sebagian Negara muslim datang ke Afganistan. Mereka terdiri dari beberapa ulama senior dan pejabat diplomatik untuk mengajak pemerintah Afganistan agar membatalkan  niatnya. Keputusan Taliban tersebut akan memicu ketegangan di kawasan. Pada saat yang sama, Dewan Keamaan PBB mengeluarkan surat edaran yang bebunyi  keputusan pemerintah Taliban ini bertentangan dengan undang-undang internasional termasuk di dalamnya piagam Denhag tahun 1954 tentang kewajiban melindungi benda-benda yang bernilai sejarah dan kebudayaan.<span id="more-80"></span></p>
<p style="font-size:10pt;">Hari ini, di saat dunia disibukan dengan permasalahan Irak dan Palestina disibukan dengan serangan demi serangan yang dilancarkan Israel ke jantung Gaza. Juga ditengah konflik internal, Israel memanfaatkan situasi ini untuk terus menggali terowongan di sekitar Masjid Al-Aqsha dengan maksud meruntuhkanya. Langkah ini jelas bertentangan dengan undang-undang internasional. Namun tindakan Israel ini tidak mendapatkan reaksi apapun dari Negara-negara Barat. Boro-boro melahirkan resolusi dari Dewan Keamanan sebegaimana terjadi pada pemerintah Taliban.</p>
<p style="font-size:10pt;">Maka kekhawatiran yang diungkapkan ketua Gerakan Islam di wilayah Palestina jajahan 1948 beberapa hari yang lalu tentang adanya penggalian Israel yang sudah sampai di jantung areal al-Haram Masjid Al-Aqsha tepatnya di bawah tanah antara Qubbah Sakhra dan Masjid Kiblat. Kegiatan ini kontan telah menabuh genderang perang yang sangat berbahaya bagi kelangsungan Al-Aqsha dimasa yang akan datang. Kemungkinan runtuhnya al-Aqsha lebih cepat dari yang diperkirakan. Sebabnya semakin dekatnya penggalian mereka dan juga alat-alat kimia yang mereka gunakan untuk mempercepat lapuknya tiang-tiang al-Aqsha.</p>
<p style="font-size:10pt;">Maka situasi Al-Aqsha bisa masuk ke dalam undang-undang internasional dari beberapa sudut mana saja. Kedudukan Masjid Al-Aqsha sesuai dengan peraturan yang disepakati pada perjanjian Denhag tahun 1899 dan 1907. juga sesuai dengan Kesepakatan Jeneva tahun 1949 dan materi protokloler yang menyebutkan, al-Aqsha bagian dari Al-Quds Timur yang dijajah Israel tahun 1967. Selain itu Al-Aqsha masuk dalam perjanjian Denhag untuk perlindungan benda-benda yang bernilai budaya tahun 1945.</p>
<p style="font-size:10pt;">
<p style="font-size:10pt;">Yang terjadi saat ini, jika Negara-negara Arab dan Islam belum melakukan tanggung jawabnya untuk melindungi tempat sucinya, kemungkinan tuntutan untuk menjaganya juga sangat terlambat. Organisasi Islam OKI (Organization Conference Islamic) dulu pernah melakukan tanggung jawabnya ketika Yahudi berusaha membakar Al-Aqsha tahun 1969. OKI yang terdiri dari 50 negara yang bergabung di dalamnya harus dapat membentuk pasukan khusus seperti PBB. Atau dapat mengerahkan tentara anggotany untuk melindungi tempat suci ummat Islam sebelum terlambat.</p>
<p style="font-size:10pt;">Dengan kedudukanya yang mengakar OKI mungkin mampu meyakinkan dunia bahwa Masjid al-Aqsha bisa menjadi barang waqaf, walau tidak sama kedudukanya dengan patung budha.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=80&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/11/al-aqsha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agenda Obama Untuk ARAB</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/11/agenda-obama-untuk-arab/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/11/agenda-obama-untuk-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 09:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[US election's effect]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Agenda Obama untuk Arab Menurut standar Amerika dan barat, kemenangan Obama merupakan perkembangan dramastis. Namun pertanyaan besarnya yang disampaikan Arab: apa agendanya untuk Arab? Apakah ia ingin melakukan perubahan politik klasik Amerika yang bertentangan dengan kepentingan Arab? Atau bahwa agenda politik AS terhadap Arab akan berlanjut seperti sebelumnya yang diwariskan Bush. Bagaimana Obama melihat masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=73&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div class="artDetailHeadline"><em><strong>Agenda Obama untuk Arab</strong></em></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">
<div class="FreeArea">
<p><img src="http://www.infopalestina.com/ms/DataFiles%5CCache%5CTempImgs%5C2008%5C2%5Cobama_arab_300_0.jpg" alt="" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="artDetailContent"><!--Start Article Content--></p>
<p style="font-size:10pt;">Menurut standar Amerika dan barat, kemenangan Obama merupakan perkembangan dramastis. Namun pertanyaan besarnya yang disampaikan Arab: apa agendanya untuk Arab? Apakah ia ingin melakukan perubahan politik klasik Amerika yang bertentangan dengan kepentingan Arab? Atau bahwa agenda politik AS terhadap Arab akan berlanjut seperti sebelumnya yang diwariskan Bush. <span id="more-73"></span></p>
<p style="font-size:10pt;">Bagaimana Obama melihat masalah Palestina, soal perundingan damai, solusi pengungsi Palestina, masalah Al-Quds, dan pendirian Negara Palestina. Apakah ia akan berpihak kepada kepentingan Palestina ataukah akan berpihak kepada kepentingan Israel.</p>
<p style="font-size:10pt;">Soal Irak, apakah Obama akan melakukan perubahan kebijakan AS di sana? Apakah akan menarik benar pasukannya dari sana dalam 16 bulan ke depan seperti yang ia kampanyekan?</p>
<p style="font-size:10pt;">Warisan kebijakan Bush dalam soal Irak dan Palestina sungguh sangat berat. Soal Palestina, Bush meninggalkan Peta Jalan Damai yang tersesat jalan, janji-jani kepada Israel, pengakuan terhadap hak-hak pemukiman Israel di Al-Quds dan Tepi Barat, janjinya membela Israel.</p>
<p style="font-size:10pt;">Pengantar dari kampanye Obama tidak memberikan optimisme. Mata Israel mengikuti gerak Obama dalam membentuk tim dalam dan luar negeri. Obama tidak mengecewakan Israel di awal kemenangannya. Sebab ia menyatakan akan menunjuk Ram Emanuel dari Israel sebagai tim di gedung putih.</p>
<p style="font-size:10pt;">Sejak awal Obama menjawab pertanyaan harian Yediot Aharonot edisi 27 Februari 2008 bahwa dia setuju dengan Israel dalam hal Palestina dan Iran. berikut petika sekilas wawancaranya?</p>
<p style="font-size:10pt;"><strong>Ada kekhawatiran di kalangan kelompok Yahudi di AS bahwa ada kecenderungan Anda kepada Arab kerena latar belakangan Anda Islam? </strong></p>
<p style="font-size:10pt;">Hakikat harus menjadi diketahui. Saya bukan Muslim dan selamanya saya tidak akan menjadi Muslim. Saya tidak pernah belajar di madrasah Islam dan saya tidak bersumpah dengan Al-Quran. Saya komitemen dengan Kristen. Selama empat tahun di Indonesia ketika kecil saya belajar di sekolah sekuler. Ketika saya bersumpah maka saya bersumpah dengan Perjanjian Lama.</p>
<p style="font-size:10pt;"><strong>Selama beberapa tahun Israel melihat AS sebagai teman, apakah ini akan berlanjut jika Anda jadi presiden? </strong></p>
<p style="font-size:10pt;">Jelas jawabannya ya. Saya akan mengusung komitmen yang tidak perlu diragukan untuk menjaga keamanan negara Israel dan pertemanan antara AS dan Israel. Saya bersaksi Hillary Clinton di depan AIPAC bahwa Obama adalah teman baik Israel.</p>
<p style="font-size:10pt;">Sebelumnya ketika memberikan ucapan selama atas hari raya Israel yang ke 60, Obama berjanji melarang Iran memiliki senjata nuklir dan menjadikan Al-Quds sebagai ibukota Israel. Menurutnya, ini tidak bisa ditawar dan dirundingkan lagi.</p>
<p style="font-size:10pt;">Obama menambahkan bahwa kesepakatan dengan rakyat Palestina harus tetap mejaga identitas Israel sebagai negara Yahudi yang memiliki perbatasan aman yang diakui, Israel harus dibela, dan Al-Quds menjadi ibukota Israel dan sebagai kota bersatu. Ia menyebut pertemanan AS dengan Israel tidak mungkin dipisahkan.</p>
<p style="font-size:10pt;">Obama mendukung Israel hingga menyebut pendiriannya sebagai mukjizat, seperti halnya Nicolas Sarkozi menyebut hal itu. Di Sidrot, wilayah Israel yang sering diroket Palestina, Obama menyatakan kalau saya menjadi Israel akan saya hancurkan Gaza.</p>
<p style="font-size:10pt;">Karenanya, dalam wawancara dengan radio Israel, Tespi Livni menyambut kemenangan Obama dengan ucapan, presiden baru AS ini, Barack Obama setuju dengan prinsip-prinsip politik Israel.</p>
<p style="font-size:10pt;">Kesimpulan:</p>
<p style="font-size:10pt;">Jika tidak ada harapan perubahan hakiki dan adil dalam politik AS terhadap Palestina, Irak, dan Arab di era Obama seperti yang ia tegaskan dalam statemen dan komitmennya, maka seharusnya Palestina dan Arab segera mengubah prioritasnya dan komitmen nasionalismenya dan bergerak menekan pemerintah AS yang baru sebelum “mengisrael” secara penuh.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=73&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/11/11/agenda-obama-untuk-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.infopalestina.com/ms/DataFiles%5CCache%5CTempImgs%5C2008%5C2%5Cobama_arab_300_0.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Amerika Menuju ISLAM???</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/amerika-menuju-islam/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/amerika-menuju-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 05:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[hati-hati dg amrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Makin Banyak Perusahaan-Perusahaan di Texas Sediakan Tempat Salat Perkembangan yang patut disyukuri Muslim AS terutama yang tinggal di negara bagian Texas, karena perusahaan-perusahaan yang sadar untuk menyediakan kebutuhan religius para pegawainya yang Muslim, dilaporkan makin meningkat. Saat ini, makin banyak perusahaan-perusahaan di Texas yang menyediakan ruangan khusus sebagai tempat salat. The Dallas Morning News edisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=51&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a rel="bookmark" href="http://islam.dagdigdug.com/makin-banyak-perusahaan-perusahaan-di-texas-sediakan-tempat-salat/">Makin Banyak Perusahaan-Perusahaan di Texas Sediakan Tempat Salat</a></h2>
<p><img src="http://imageshare.web.id/images/31fa24g1auri6aze8axw.jpg" alt="sajadah" width="180" align="right" />Perkembangan yang patut disyukuri <strong>Muslim AS</strong> terutama yang tinggal di negara bagian <strong>Texas</strong>, karena <strong>perusahaan-perusahaan</strong> yang sadar untuk menyediakan <strong>kebutuhan religius</strong> para pegawainya yang Muslim, dilaporkan makin meningkat. Saat ini, <strong>makin banyak perusahaan-perusahaan di Texas</strong> yang menyediakan ruangan khusus sebagai <strong>tempat salat</strong>.</p>
<p><em> <strong>The Dallas Morning News</strong></em> edisi Sabtu (2/8) mengutip pernyataan <strong>Presiden of the Association of Muslim Scientist and Engineers</strong> Dr, <strong>Khurshid Qureshi</strong> yang mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan itu bahkan mengingingkan <strong>tenaga kerja Muslim</strong>.<span id="more-51"></span></p>
<p>“Mereka menginginkan Muslim bekerja di perusahaan-perusahaan mereka. Menyediakan ruang salat bukan keharusan, tapi menyediakannya, ” kata Dr. Qureshi.</p>
<p>Perusahaan-perusahaan di Utara Texas sekarang sudah menyediakan ruang khusus untuk salat bagi pegawainya yang Muslim, antara lain perusahaan Dallas’ Texas Instrument, perusahaan maskapai penerbangan American Airlines Dallas, kampus Nortel’s Dallas bahkan menyediakan bukan hanya satu ruangan tapi beberapa ruangan sebagai tempat salat dan perusahaan Electronic Data System di Plano.</p>
<p>Council on American Islamic Relations (CAIR) mempekirakan, hampir setengah dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Texas Utara sudah menyediakan ruang khusus salat. Texas Utara adalah wilayah ketujuh di AS yang paling banyak jumlah warga Muslimnya. Di kawasan ini terdapat sekitar 180.000 Muslim.</p>
<p>Brian Mershon, juru bicara Fluor Corp mengungkapkan pernyataan yang menyegarkan, “Jika pegawai Muslim kami mengajukan permintaan, termasuk tempat untuk menyusui bagi para ibu serta tempat untuk salah bagi para pegawai, kami akan memenuhi permintaan itu, ” katanya.</p>
<p>Trend positif semacam ini, tentu saja membuat warga Muslim Texas lega. Seorang teknisi bernama Manzur Mahmud mengatakan, para pengusaha menyadari bahwa jika pegawainya merasa senang, maka mereka akan bekerja lebih baik.</p>
<p>Dulu, Mahmud yang bekerja di Dallas’s Texas Instrument kesulitan untuk menemukan tempat salat yang layak, kadang ia harus ke kantor seorang temannya untuk menunaikan salat. Sekarang, ia tinggal jalan menyusuri koridor di tempatnya bekerja dan ia akan dengan mudah menemukan satu ruangan untuk salat.</p>
<p>“Orang-orang mulai berdatangan dan menunjukkan dirinya bahwa sebagai seorang Muslim, ” ujar Mahmud.</p>
<p>Masalah diskriminasi dan terbatasnya fasilitas untuk menunaikan ibadah salat menjadi persoalan yang makin banyak dikeluhkan tenaga kerja Muslim di AS dalam beberapa tahun belakangan ini.</p>
<p>Lembaga Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) belum lama ini mengeluarkan tata aturan yang melarang diskriminasi berlatar belakang agama di tempat kerja. Tata aturan ini dibuat untuk merespon sekitar 2.900 pengaduan kasus diskriminasi di tempat kerja yang masuk ke EEOC.</p>
<p>“Para pekerja sudah lebih terbuka tentang agama mereka dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupannya sehari-hari, ” kata Dianna Johnston, bagian bimbingan hukum EEOC.</p>
<p>Di Texas, kebanyakan warga Muslim bekerja di sektor teknologi informasi dan sektor teknik. Sekarang, mereka bahkan sudah merambah dan mendapatkan posisi-posisi di bidang manajerial.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=51&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/amerika-menuju-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imageshare.web.id/images/31fa24g1auri6aze8axw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sajadah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tengoklah saudara kita</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/tengoklah-saudara-kita/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/tengoklah-saudara-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 05:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[mereka saudara kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Merekalah Pejuang Islam Setia Semoga, kita juga menjadii Kader-Kader dakwah yang turut memperjuangkan ISLAM tuk tegak di bumi ini Allah membeli jiwa para mujahid dengan surga-Nya Subhanallah&#8230; Ayo Pemuda, mari kita Bangkit!! Tengoklah saudara kita di bumi jihad Palestina Kiranya Allah mengizinkan kita untuk turut berjuang di sana dan mencatat kita sebagai MUJAHID! Aamiiin&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=45&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/tengoklah-saudara-kita/hezbola1/' title='hezbola1'><img data-attachment-id='46' data-orig-size='250,270' data-liked='0'width="88" height="96" src="http://greenrayaden114.files.wordpress.com/2008/10/hezbola1.jpg?w=88&#038;h=96" class="attachment-thumbnail" alt="hezbola1" title="hezbola1" /></a>
<a href='http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/tengoklah-saudara-kita/images13/' title='images13'><img data-attachment-id='47' data-orig-size='94,127' data-liked='0'width="71" height="96" src="http://greenrayaden114.files.wordpress.com/2008/10/images13.jpeg?w=71&#038;h=96" class="attachment-thumbnail" alt="images13" title="images13" /></a>
<a href='http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/tengoklah-saudara-kita/images22/' title='images22'><img data-attachment-id='48' data-orig-size='125,101' data-liked='0'width="118" height="96" src="http://greenrayaden114.files.wordpress.com/2008/10/images22.jpeg?w=118&#038;h=96" class="attachment-thumbnail" alt="images22" title="images22" /></a>

<p>Merekalah Pejuang Islam Setia</p>
<p>Semoga, kita juga menjadii Kader-Kader dakwah yang turut memperjuangkan ISLAM tuk tegak di bumi ini</p>
<p>Allah membeli jiwa para mujahid dengan surga-Nya</p>
<p>Subhanallah&#8230;</p>
<p>Ayo Pemuda, mari kita Bangkit!! Tengoklah saudara kita di bumi jihad Palestina</p>
<p>Kiranya Allah mengizinkan kita untuk turut berjuang di sana</p>
<p>dan mencatat kita sebagai MUJAHID!</p>
<p>Aamiiin&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=45&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/tengoklah-saudara-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://greenrayaden114.files.wordpress.com/2008/10/hezbola1.jpg?w=88" medium="image">
			<media:title type="html">hezbola1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://greenrayaden114.files.wordpress.com/2008/10/images13.jpeg?w=71" medium="image">
			<media:title type="html">images13</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://greenrayaden114.files.wordpress.com/2008/10/images22.jpeg?w=118" medium="image">
			<media:title type="html">images22</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Kalah dengan Bayi</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/jangan-kalah-dengan-bayi/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/jangan-kalah-dengan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 05:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[boy_cott Israel]]></category>
		<category><![CDATA[jo' gae produke israel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Dilarang Berobat Oleh Israel, Bayi Palestina Itu Mati Syahid Selama 24 jam terakhir, lima warga Palestina di Jalur Ghaza yang memerlukan perawatan medis segera, meninggal dunia. Nyawa mereka tak tertolong karena tidak bisa keluar dari Jalur Ghaza untuk mendapatkan perawatan akibat blokade rezim Zionis Israel. Juru Bicara Komite Popular Anti-Blokade Israel, Rami Abdo mengatakan, salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=37&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a rel="bookmark" href="http://islam.dagdigdug.com/dilarang-berobat-oleh-israel-bayi-palestina-itu-mati-syahid/">Dilarang Berobat Oleh Israel, Bayi Palestina Itu Mati Syahid</a></h2>
<p><img src="http://imageshare.web.id/images/j0npd7if5pbk2t3vio.jpg" alt="bayi-palestina-syahid" width="180" align="right" />Selama 24 jam terakhir, <strong>lima warga Palestina</strong> di <strong>Jalur Ghaza</strong> yang memerlukan <strong>perawatan medis</strong> segera, <strong>meninggal dunia</strong>. Nyawa mereka tak tertolong karena tidak bisa keluar dari Jalur Ghaza untuk mendapatkan perawatan akibat <strong>blokade rezim Zionis Israel</strong>.</p>
<p>Juru Bicara <strong>Komite Popular Anti-Blokade Israel</strong>, <strong>Rami Abdo</strong> mengatakan, salah satu dari lima warga Ghaza yang <strong>syahid</strong> itu adalah seorang <strong>bayi</strong> berusia tiga bulan yang menderita <strong>penyakit jantung</strong>.<span id="more-37"></span></p>
<p>Menurut Abdo, rumah sakit-rumah sakit di Ghaza tidak bisa memberikan bantuan medis terutama bagi para pasien yang kondisinya kritis sehingga para pasien itu mengajukan permohonan pada rezim Zionis Israel agar diizinkan keluar Jalur Ghaza untuk berobat. Namun rezim Zionis menolak permohonan mereka.</p>
<p>Abdo meminta Mesir untuk campur tangan agar warga Ghaza yang membutuhkan perawatan medis segera dibolehkan keluar Ghaza. Saat ini, ada belasan warga Ghaza yang menderita penyakit-penyakit serius menghadapi kematian akibat blokade rezim penjajah, Israel.</p>
<p>Blokade total itu dilakukan sejak bulan Juni 2007 dan telah mengakibatkan krisis kemanusiaan bagi 1, 5 juta warga Jalur Ghaza. Lebih dari 200 warga Ghaza, kebanyakan anak-anak dan bayi yang menderita penyakit berat akhirnya meninggal dunia karena dilarang beobat ke luar Ghaza oleh rezim Zionis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=37&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/23/jangan-kalah-dengan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imageshare.web.id/images/j0npd7if5pbk2t3vio.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bayi-palestina-syahid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ekonomi syariah, keren lho!</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/15/ekonomi-syariah-keren-lho/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/15/ekonomi-syariah-keren-lho/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 06:26:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Salaam Halal, Perusahaan Asuransi Syariah Pertama di Inggris Senin, 28 Jul 2008 14:18 Inggris untuk pertama kalinya mengizinkan dioperasikannya perusahaan asuransi berbasis syariah, asuransi Salaam Halal yang menjadi produk asuransi syariah pertama di negeri itu. Perusahaan asuransi syariah ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sekitar 1, 6 juta warga Muslim Inggris atau sekitar 2, 7 persen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=17&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Salaam Halal, Perusahaan Asuransi Syariah Pertama di Inggris</h2>
<p class="MsoNormal"><span class="tanggal">Senin, 28 Jul 2008 14:18</span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->Inggris untuk pertama kalinya mengizinkan dioperasikannya perusahaan asuransi berbasis syariah, asuransi Salaam Halal yang menjadi produk asuransi syariah pertama di negeri itu. Perusahaan asuransi syariah ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sekitar 1, 6 juta warga Muslim Inggris atau sekitar 2, 7 persen dari total populasi negeri itu menurut sensus tahun 2001.</p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;">Asuransi Salaam Halal menggunakan prinsip Takaful, di mana resiko ditanggung bersama oleh semua pegang polis asuransi. Berbeda dengan sistem asuransi konvensional yang mengalihkan resiko dari pemegang polis ke perusahaan asuransi.<span id="more-17"></span></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;">Polis asuransi Salaam Halal dimanfaatkan sebagai investasi usaha yang juga sesuai dengan syariah. Dana-dana itulah yang digunakan untuk membayar klaim-klaim asuransi. Di akhir tahun, keuntungan dari dana itu dibagikan kembali kepada para pemegang polis asuransi berupa diskon bagi pembayaran premi mereka selanjutnya.</p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;">&#8220;Peluncuran perusahaan asuransi Salam adalah langkah penting bagi pertumbuhan sistem keuangan Islami di Inggris, &#8221; kata Abdulaziz Hamad Aljomaih, kepala bagian asuransi Salam.</p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;">Perusahaan asuransi ini menyediakan layanan call center dalam berbagai bahasa selain bahasa Inggris seperti bahasa Arab, Bengali, Gujarat dan Urdu.</p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;">Bisnis keuangan berbasis syariah mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di Inggris, setelah tahun 2004 lalu, otoritas berwenang di Inggris memberikan izin bagi berdirinya Islamic Bank of Britain yang seratus persen menerapkan prinsip bank Islam. (ln/al-arby)</p>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=17&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/15/ekonomi-syariah-keren-lho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Yuuks</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/14/belajar-yuuks/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/14/belajar-yuuks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 10:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[belajar nggak harus di kelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Memahami Kedudukan Agama Islam dan Kristen, Menjawab Propaganda Teologi Pluralis Kajian Utan Kayu 02/21/2002 - Gencarnya Propaganda Teologi Pluralis (Kajian Utan Kayu, Jawa Pos) Bagaikan Dewa Penolong Bagi Para Pemimpin Gereja dan Penginjil Ditengah Kritikan dan Gempuran Para Pakar Sejarah Yang Menyatakan Kepalsuan Ajaran Kristen. Pagi itu, hari Senin tanggal 28 Januari 2002, di Kantor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=20&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span style="font-size:x-small;"><strong>Memahami Kedudukan Agama Islam dan Kristen, Menjawab Propaganda  Teologi Pluralis Kajian Utan Kayu</strong></span><br />
<span style="color:red;"><strong>02/21/2002</strong></span> -<br />
</span></p>
<p align="justify"><span>Gencarnya Propaganda Teologi Pluralis (Kajian Utan Kayu, Jawa  Pos) Bagaikan Dewa Penolong Bagi Para Pemimpin Gereja dan Penginjil Ditengah  Kritikan dan Gempuran Para Pakar Sejarah Yang Menyatakan Kepalsuan Ajaran  Kristen. </span></p>
<p align="justify"><span>Pagi itu, hari Senin tanggal 28 Januari 2002, di Kantor saya  tergeletak koran lokal, Kendari Pos. Di halaman 4, persis seperti halaman yang  disediakan Jawa Pos, mata saya kembali tertuju pada tulisan dari kelompok  <strong>Kajian Utan Kayu</strong>, yang sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye  <strong>Teologi Pluralis yang pada prinsipnya menganggap semua agama adalah  benar</strong>.</span><span id="more-20"></span></p>
<p align="justify"><span>Kalau saya mengamati di berbagai kota di Indonesia, <strong>rupanya  kelompok Jawa Pos saat ini sudah menjadi alat propaganda paham Teologi Pluralis  yang dimotori Kelompok Kajian Islam Utan Kayu (KIUK), untuk menggiring umat  Islam agar mau menerima bahwa agama lain pun sama benarnya dengan Islam. Untuk  memutuskan siasat ini, mereka tidak segan-segan menyerang kelompok-kelompok  Islam lainnya yang ingin menegakkan Islam sebagai agama yang haq dan rahmatan  lil alamin yang ingin meluruskan kesesatan agama-agama lainnya terutama agama  Kristen. Salah satu kelompok Islam yang menjadi sasaran mereka adalah Laskar  Jihad yang mereka golongkan sebagai simbol Islam Radikal.</strong></span></p>
<p align="justify"><span>Saya merasa sedih karena untuk mendukung kampanye Teologi  Pluralis ini, Harian Jawa Pos telah mengabaikan tanggung jawabnya untuk berlaku  adil terhadap pemberitaan yang berimbang. Saya merasa didzalimi ketika surat  tanggapan terhadap tulisan Sdr Budhy Munawar Rahman dan Syafii Anwar pada Harian  tersebut, terbitan hari Minggu tanggal 6 Januari 2002, tidak dimuat dan tidak  pula ditanggapi, baik oleh Harian Jawa Pos maupun kedua penulis. Padahal surat  tanggapan tersebut saya antar sendiri ke Kantor Pusat Harian Jawa Pos di gedung  Graha Pena Surabaya, pada hari Jum&#8217;at tanggal 10 januari 2002.</span></p>
<p align="justify"><span>Saya tidak sepakat dengan cara kelompok KIUK yang meminta agar  tanggapan atas tulisan mereka, dikirim ke alamat. Ini tidak adil, karena yang  terjadi adalah informasi sepihak yang sangat merugikan umat Islam yang tidak  setuju dengan pendapat mereka. Seharusnya, kalau Jawa Pos memuat tulisan mereka  yang menyerang kelompok tertentu, maka Jawa Pos berkewajiban menyediakan kolom  yang sama besar dan sama kualitasnya untuk memuat tanggapan korban atau obyek  penderita atas tulisan mereka.</span></p>
<p align="justify"><span>Dengan cara yang mereka lakukan seperti saat ini, kelihatannya  Jawa Pos ikut-ikutan bersama kelompok KIUK, mengindoktrinasi umat Islam dengan  ajaran-ajaran yang mereka inginkan. Oleh karena itu, andaikata tulisan saya ini  -sekali lagi -tidak dimuat oleh Harian Jawa Pos, semoga para pembaca Harian Jawa  Pos, akan dapat membacanya pada Harian atau media massa lainnya.</span></p>
<p align="justify"><span>Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan kepada umat, khusus  tentang kedudukan agama Islam dan Kristen untuk menjadi bahan dalam menilai  benar tidaknya kampanye dan propaganda Kelompok KIUK yang selalu saja ingin  mengatakan bahwa kedua agama tersebut sama benarnya.</span></p>
<p align="justify"><span><br />
<strong>Mengapa Islam Kristen? </strong></span></p>
<p align="justify"><span>Sub judul ini cukup menarik. Mengapa kita memfokuskan  pembahasan kita pada dua agama dominan di dunia ini, yang juga tercermin di  negara kita?</span></p>
<p align="justify"><span>Kita mengenal berbagai agama yang ada di dunia ini seperti  Islam, Kristen, Yahudi, Shinto, Budha, Hindu, Kong Hu Chu dan lain lain. Dari  kesemua agama yang ada ini, Agama Islam dan Agama Kristen merupakan dua agama  yang berkaitan erat, karena agama Kristen dan tokoh mereka Yesus (Nabi Isa AS)  sangat banyak di bahas dalam Al Qur&#8217;an.</span></p>
<p align="justify"><span>Agama Yahudi termasuk agama yang juga dibahas secara intensif  dalam Al-Qur&#8217;an, namun karena penganut agama Yahudi di Indonesia ini praktis  tidak ada, sehingga kita tidak menemukan persoalan dengan penganut agama ini,  walaupun gerakan Zionis Internasional ikut pula mengobok-ngobok negara kita.  Sementara, Al-Qur&#8217;an tidak berbicara secara khusus tentang agama-agama lain  seperti Budha, Hindu, Shinto dan lain lain.</span></p>
<p align="justify"><span>Kaitan antara Agama Islam dan Agama Kristen menjadi lebih kuat,  karena ajaran Kristen memiliki dampak langsung terhadap keimanan umat Islam,  antara lain : </span></p>
<p align="justify"><span>Umat Islam memuliakan Yesus (Nabi Isa a.s.) sebagai salah  seorang Rasul Allah untuk bani Israil, sementara umat Kristen menjadi oknum  bersama Yesus, sebagai Tuhan dan Juru selamat.</span></p>
<p align="justify"><span>Umat Islam taat pada ajaran Tauhid murni yang diajarkan Nabi  Isa a.s. (Yesus) dan Nabi-nabi Allah lainnya sebagaimana yang disempurnakan dan  diajarkan oleh Rasulullah SAW, sementara umat Kristen mengikuti ajaran yang  bertentangan dengan Tauhid yang diajarkan Yesus, dengan mengatakan bahwa itu  adalah perintah Yesus.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Muslim yang diutus untuk  seluruh umat manusia dan Yesus adalah Nabi Muslim yang diutus khusus untuk bani  Israil.</strong> Namun tiba-tiba umat Kristen mengatakan bahwa Gereja memerintahkan  untuk mengkristenkan seluruh bangsa di muka bumi ini. </span></p>
<p align="justify"><span>Inilah antara lain beberapa persoalan yang ditemui antara Agama  Islam dan Agama Kristen yang tidak ditemukan antara Agama Islam dan Agama-agama  lainnya.</span></p>
<p align="justify"><span><br />
<strong>Mencari Pembenaran Sejarah </strong></span></p>
<p align="justify"><span>Ketika orang-orang Romawi mengangkat Sol Invictus atau Heracles  menjadi Tuhan, ketika orang-orang Persia melantik Mithra menjadi Tuhan, atau  ketika orang-orang Mesir menyembah Dewa Tammuz sebagai Tuhan, umat Islam tidak  memusingkannya. </span></p>
<p align="justify"><span>Ketika orang-orang Romawi mengatakan bahwa Heracles dan Sol  Invictus adalah Tuhan yang turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia, tidak  satupun manusia di muka bumi ini yang dapat memperlihatkan bukti-bukti sejarah,  di mana Tuhan tersebut hidup di dunia ini. Demikian pula orang-orang Mesir  mengatakan bahwa Dewa Tammuz mati dan bangkit kembali untuk menebus dosa  manusia, mereka sesungguhnya tidak tahu di mana dia lahir, mati, dan bangkit  kembali.</span></p>
<p align="justify"><span>Namun ketika orang-orang Kristen mengatakan bahwa Yesus putra  Mariam, saudara Yacobus yang lahir tahun 4 SM, tuan guru Yahudi dan khatib di  Bait Allah di zaman Gubernur Pilatus, adalah Tuhan dan Juruselamat yang mati dan  bangkit kembali, maka umat manusia di muka bumi ini, khususnya umat Islam, tidak  dapat menerimanya.</span></p>
<p align="justify"><span>Hukum alam mengatakan bahwa manusia melahirkan manusia, bukan  melahirkan Tuhan. Dalam semua kitab para Nabi Allah tidak satupun yang  mengatakan atau meramalkan bahwa seorang manusia akan melahirkan Tuhan! Manusia  yang mengatakan dirinya bukan Tuhan adalah normal. Tetapi manusia yang  mengatakan dirinya Tuhan adalah sinting, dan siapa saja yang mengatakan bahwa  Tuhan telah lahir dari rahim seorang wanita adalah pendusta. <strong>Kalau kemudian  Yesus yang dilahirkan dari rahim Mariam tiba-tiba diakui sudah menjadi Tuhan,  tentu orang akan menuntut bukti-bukti, kapan dia menjadi Tuhan? Siapa yang  membuat SK ketuhanannya, serta kapan ditetapkan? Mengapa sejak bayi ibunya tidak  menyembah sebagai Tuhan? Mengapa dimasa kanak-kanak sampai dewasa adik-adiknya  tidak pernah menyembahnya sebagai Tuhan? Mengapa ketika dia berkhotbah di Bait  Allah, jemaat Bait Allah tidak menyembahnya sebagai Tuhan? Mengapa ketika dia di  tangkap di taman Getsemani murid-muridnya tidak menyembahnya sebagai Tuhan,  tetapi malah lari meninggalkan dirinya? </strong></span></p>
<p align="justify"><span>Kalau semua pertanyaan di atas berembel-embel tidak, tidak dan  tidak, lalu pertanyaan baru yang mucul: Siapa yang mempromosikan, memprogandakan  ketuhanaan Yesus serta memaksakan, mengintimidasi, menganiaya, dan membantai  siapa saja yang tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat ? </span></p>
<p align="justify"><span><strong>Tolong ini di jawab secara jujur dan kesatria.</strong></span></p>
<p align="justify"><span>Marilah kita memahami sejarah dengan sungguh-sungguh, agar kita  tidak di kibuli dan dininabobokan oleh dongeng kristen. </span></p>
<p align="justify"><span>Berbagai macam pertanyaan ini muncul karena Yesus adalah  manusia riil yang hidup di dunia ini dalam kurun waktu tertentu (fixed period),  dalam lingkungan masyarakat tertentu (fixed social environment), berinteraksi  dengan orang-orang tertentu (fixed social interaction) dan dicatat bersama  orang-orang penting tertentu, oleh orang-orang tertentu (fixed historical  background). Kesemuanya ini menyebabkan orang (khususnya para pemimpin Gereja)  tidak boleh mem&#8221;permak&#8221; sejarah hidup Yesus untuk di &#8220;setel&#8221; dan disesuaikan  dengan keinginan mereka.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Ketika para sejarahwan dan para astronom tidak pernah  memberikan indikasi akan adanya bintang yang menuntun orang-orang Majusi ke  rumah Yesus, mereka mengatakan bahwa bintang itu berhenti di atas rumah Yesus.  Ini suatu kebohongan!</strong> Kalau orang-orang di zaman Yesus menganggap  bintang-bintang di langit hanya sebesar bola tennis yang melompat tidak  beraturan dari suatu tempat ke tempat yang lain, masih dapat dimaklumi. Tetapi  kalau para pemimpin Gereja di Milennium ke III ini masih mau mempertahankan dan  malah mengkampanyekan pendapat seperti ini, sesungguhnya sama saja mereka menuju  ke jalan kematian (Spong). </span></p>
<p align="justify"><span>Ketika para sejarahwan memperlihatkan bahwa Yesus tidak pernah  menyingkir ke Mesir, mereka mengatakan bahwa Yesus menyingkir ke Mesir, hanya  karena sangat ingin mempersamakan Yesus dengan Nabi Musa as. Demikian pula  ketika orang-orang Yahudi menganggap Yesus si tukang kayu yang berkhotbah setiap  hari Sabat sebagai seorang nabi, umat kristen mengatakan bahwa dia adalah Tuhan.  Dan ketika mereka tidak menemukan Yesus dalam goa kuburan, mereka mengatakan  bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Akumulasi persoalan yang dihadapi umat Kristen ini  menyebabkan mereka harus berakrobat untuk menghadapi dunia yang menghadang dan  mulai membongkar satu persatu borok kebohongan mereka. Dalam keadaan seperti  inilah mereka sensitif, over aktif dan mudah emosi. Berbagai cara mereka lakukan  utnuk menutup-nutupi kebohongan yang sudah terlanjur mereka kampanyekan</strong> sebagai &#8220;kebenaran Kristen.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>Andaikata segala keinginan, angan-angan, dan ambisi ini  dicantelkan pada diri Sol Invictus, Mithra, Heraclus atau Tammuz, persoalannya  tidak akan sedemikian parah. Ketika para penyembah berhala mengatakan bahwa Dewa  Matahari Sol Invictus dan Mithra lahir pada tanggal 25 Desember, tidak secuilpun  catatan sejarah yang dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran atau  kesalahannya.</span></p>
<p align="justify"><span>Namun ketika Gereja bersama Kaisar Romawi yang melantik manusia  Yesus mejadi Tuhan dan Kristus, mengatakan bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember  0001, mereka telah menabrak informasi dalam Al qur&#8217;an, Naskah Laut Mati, maupun  Al Kitab mereka sendiri. Keinginan Gereja yang menggebu-gebu untuk  mempertuhankan Yesus serta mempersamakannya dengan para Dewa Penyembah berhala  ini, menyebabkan mereka harus memetik setiap embel-embel yang dimiliki Dewa  Penyembah Berhala untuk diselamatkan pada diri Yesus.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Kebohongan-kebohongan ini merupakan penyebab turunnya secara  drastis penganut ajaran Kristen terutama di Eropah</strong>. Dari pengalaman saya  berjumpa dengan orang-orang Eropah di berbagai negara memperlihatkan bahwa  <strong>walaupun mereka mangaku Kristen, tetapi sesungguhnya mereka sudah tidak  percaya dengan ajaran Kristen</strong>. Di banyak kesempatan berdiskusi denga para  pastor dan pendeta Filipina dalam perjalanan antara Filipina dan Indonesia,  mereka sering kecewa dan kecele. </span></p>
<p align="justify"><span>Ketika mereka ingin mencari dukungan untuk membenarkan ajaran  kristen dari para wisatawan Eropah dan Amerika, ternyata para wisatawan  tersebut, yang rata-rata adalah orang-orang Kristen, <strong>malah dengan tegas  mengatakan bahwa ajaran Kristen adalah keliru, dan sudah ketinggalan zaman  sehingga tidak dapat dipertahankan lagi.</strong></span></p>
<p align="justify"><span>Oleh karena itu, ketika para pakar Kristen dan sejarawan  Internasional mengatakan bahwa ajaran Kelompok Yesus adalah ajaran Tauhid murni  sebagaimana yang diajarkan para nabi Allah, dan ketika mereka menemukan bahwa  para pemimpin Gereja telah melakukan penyelewengan dan penyesatan ajaran Tauhid  murni Yesus dengan menciptakan ayat-ayat palsu untuk mendukung ajaran  penyembahan berhala, <strong>kok tega nian orang-orang yang mengaku Islam dengan  maksud-maksud tertentu berusaha menutup-nutupi kebusukan ini dengan mengatakan  bahwa agama Islam dan agama Kristen sama-sama benar.</strong></span></p>
<p align="justify"><span><strong>Dengan propaganda gencar para pendukung Teologi Pluralis  ini, para pemimpin Gereja dan Penginjil merasa seperti kejatuhan dewa penolong  dalam menghadapi gempuran para Sejarawan, Pakar Alkitab dan Naskah Laut Mati  serta Al Qur&#8217;an yang membongkar segala kesesatan dan tipu muslihat  mereka.</strong></span></p>
<p align="justify"><span><strong>Persoalan Islam Kristen </strong></span></p>
<p align="justify"><span>Persoalan kedua yang dihadapi umat Kristen adalah: mereka  dituntut untuk membuktikan bahwa Yesus, nabi Muslim untuk Bani Israil yang  diimani umat Islam adalah benar-benar Tuhan dan Juru Selamat yang memerintahkan  setiap penginjil untuk mengkristenkan bangsa-bangsa di dunia.</span></p>
<p align="justify"><span>Setiap penginjil akan merasa bangga dan mengaku bahwa Yesus  telah memerintahkan mereka untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Pergilah ke seuluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala  makhluk&#8221; (Markus 16:15)</span></p>
<p align="justify"><span>Kemudian diikuti lagi dengan perintah berikut ini.: &#8220;Karena itu  pergilah, jadikanlah semua murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama bapa dan  Anak dan Roh Kudus&#8221; (Matius 28:19)</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Secara ilmiah perintah ini ditolak oleh umat Islam karena  tidak masuk akal.</strong> Kalau Yesus belum linglung, dia tentu masih ingat bahwa  dia sudah memerintahkan dan mewanti-wanti murid-muridnya untuk hanya berdakwah  kepada bani Israil.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke  dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari  umat Israel&#8221; (Matius 10:5-6)</span></p>
<p align="justify"><span>Al Qur&#8217;an dengan tegas mengatakan bahwa Yesus adalah nabi yang  diutus hanya untuk bani Israil:<br />
<em>&#8220;Dan sebagai Rasul kepada Bani  Israil&#8221;</em> (Q. S. Ali Imran: 49)</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Kerasulan Yesus ini didukung pula oleh Prof. Alvar Ellegard  dalam bukunya Jesus One Hundred Years before Christ</strong>, (1999), hal. 191:</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;We thus have further support for the view begore the campaigns  Paul and his colleagues, there were churhes of God that regarded Jesus simply as  a teacher and prophet, not yet as the messiah&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>(<strong>Dengan demikian kita memperoleh dukungan yang lebih kuat  terhadap pandangan bahwa sebelum Paulus dan pendukung-pendukungnya berkampanye  (bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus), sudah ada Bait Allah yang menganggap  Yesus hanya sekedar guru dan nabi/rasul, dan belum menganggapnya Mesias</strong>)</span></p>
<p align="justify"><span>Selanjutnya Marcus J. Borg dalam bukunya Meeting Jesus Again  for the First Time mendukung pandangan Al Qur &#8216;an ini dengan mengatakan :</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Jesus was deeply Jewish. It is important to emphasize this  obvious fact. Not only he Jewish by birth and socialization but he remain a Jew  all of his life…He did not intend to establish a new religion but saw himself as  having a mission within Judaism&#8221;<br />
(Yesus adalah penganut Yahudi yang kental.  Fakta yang jelas ini sangat perlu untuk dikemukakan. Bukan hanya terlahir dan  dibesarkan sebagai seorang Yahudi, tetapi dia tetap sebagai seorang Yahudi  sepanjang hidupnya…Beliau tidak pernah berniat untuk membangun suatu agama baru,  akan tetapi melihat dirinya sendiri sebagai pengemban misi dalam agama  Yahudi)</span></p>
<p align="justify"><span>Oleh sebab itu kalau ada yang mengatakan bahwa Yesus telah  memerintahkan murid-muridnya untuk menyebarkan ajaran penyembahan berhala kepada  para penyembah berhala di Kerajaan Romawi untuk menyembah dirinya dalam kesatuan  Trinitas, tidak perlu heran. </span></p>
<p align="justify"><span>A.N. Wilson menjelaskan kemudahan ini adalam bukunya Jesus A  Life (1992), hal. 19: &#8220;The Gentiles og This period who had no perconceived idea  about the Messiah, it would have been much easier to think, not in term of  Israel&#8217;s Anointed One, but of a demigod or a god incarnate…the Gentiles would  have no difficulty in turning Jesus into God&#8221;<br />
(Para penyembah berhala di masa  dimana mereka tidak mengenal ide tentang mesias, akan lebih mudah berfikir,  bukan dalam kerangka yang diurapi untuk Israel, tetapi sebagai dewa atau jelmaan  Tuhan…para penyembah berhala ini tidak mengalami kesulitan untuk merobah  (manusia) Yesus menjadi Tuhan)</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Pertanyaan yang muncul adalah siapakah gerangan yang  merekayasa proyek kemusyrikan ini? </strong>Ternyata <strong>tangan-tangan kotor para  pendukung Paulus dengan sengaja telah menyelipkan ayat-ayat palsu (Matius  28:16-20 dan Markus 16:9-20) </strong>tersebut di atas untuk melegitimasi keinginan  para penyembah berhala yang makan babi, tidak bersunat serta menyembah Yesus  sebagai Tuhan dan Juru Selamat (Robert Funk dan Ray W.Hoover,1993;Hugh  J.Schonfield,1998;Paul Tillich,1968) </span></p>
<p align="justify"><span>Umat yang mempertuhankan Yesus dituntut untuk membuktikan bahwa  mereka benar-benar adalah pengikut setia ajaran Yesus. Pada kenyataannya, ketika  umat Islam beriman dan beramal saleh seperti yang diperintahkan Nabi Isa as  (Yesus), <strong>umat Kristen justru tidak mentaati perintah-perintah Yesus. </strong></span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa  (markus 12:29)</span></p>
<p align="justify"><span>Umat Kristen malah beriman kepada Kristus Yesus.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan karena  melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena imam dalam Yesus Kristus.  (Galatia 2:16)</span></p>
<p align="justify"><span><span style="text-decoration:underline;">Ketika orang-orang Israel sepakat bahwa tiada Tuhan selain  Allah.</span><br />
<span style="text-decoration:underline;">&#8220;Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia (Allah) esa,  dan bahwa tidak ada (Tuhan) yang lain kecuali Dia (Allah) </span></span></p>
<p align="justify"><span><span style="text-decoration:underline;"><strong>Umat Kristen malah mengatakan bahwa Yesus adalah  Tuhan.</strong></span></span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus&#8221; (2 Petrus 3:18)</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Yesus disunat,</strong></span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan&#8221; (Lukas  2:21)</span></p>
<p align="justify"><span>sementara umat Kristus dilarang bersunat atas perintah  Paulus.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu  menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak berguna bagimu&#8221;(Galatia 5:2)</span></p>
<p align="justify"><span>Yesus tidak makan babi sebagaimana dijelaskan Marcus J.Borg,  sementara umat Kristen mengatakan bahwa Yesus telah menghalalkan babi</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal&#8221; (Markus  7:19)</span></p>
<p align="justify"><span>Dari ayat-ayat Al Qur&#8217;an, Alkitab, maupun fakta-fakta sejarah  hasil penelitian para pakar, memperlihatkan bahwa umat Kristen melakukan  perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari perintah Allah yang disampaikan oleh  Yesus, yang kemudian disempurnakan dan ditegaskan kembali oleh Nabi Muhammad  SAW. Persoalannya menjadi parah karena Gereja dengan segala daya upaya, bukannya  mengoreksi kesesatan ini, tetapi malah melegalisasi penyimpangan ini dengan  mengatasnamakan Nabi Isa AS (Yesus). Pernyataan demi pernyataan mereka ciptakan  lalu mereka suapkan ke mulut Yesus untuk diucapkan. </span></p>
<p align="justify"><span>Perbuatan keji para pemimpin Gereja ini dijelaskan oleh John  Davidson dalam bukunya The Gospel of Jesus (1995), hal.64: </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Crediting Jesus with the words that he never spoke is a  caharacteristic not only of later New Testament manuscripts, but also of the  earlier Christian literature, including the original gospels themselves&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>(Menyuapkan ke mulut Yesus pernyataan-pernyataan yang tidak  pernah dia ucapkan, merupakan ciri khas bukan hanya dalam salinan-salinan Kitab  Perjanjian Baru, tetapi juga dalam buku-buku karangan para pemimpin Gereja  terdahulu, termasuk naskah asli Injil-injil dalam Alkitab)</span></p>
<p align="justify"><span>Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh Robert Funk dan Roy  W.Hoover dalam buku mereka The Five Gospels (1993),hal.23: &#8220;The evangelists  frequently attribute their own statements to Jesus&#8221;<br />
(Para penginjil sering  menyuapkan pernyataan mereka ke mulut Yesus untuk diucapkan)</span></p>
<p align="justify"><span>Inilah alam nyata Krsiten yang ada saat ini. Kebiasaan buruk  ini telah dicela oleh Al Qur &#8216;an sejak 15 abad yang lalu.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar  lidahnya membaca Alkitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari  Alkitab, padahal ia bukan dari Alkitab dan mereka mengatakan: &#8216;Ia (yang dibaca  itu datang) dari sisi Allah padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata  dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahuinya&#8221; (Ali Imran: 78)</span></p>
<p align="justify"><span>Apa mereka tidak malu dengan Al Qur &#8216;an? Apakah para jurkam  Teologi Pluralis tidak malu dengan ayat Al Qur&#8217;an ini? Beranikah kita menyatakan  bahwa yang dusta sama dengan yang tidak dusta? Beranikah kita mengangkat muka  dihadapkan para sejarawan dan para Alkitab yang membeberkan kedustaan persoalan  seperti ini. Umat Islam memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar untuk  meluruskannya. Inilah salah satu tugas dakwah Islam.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Ini (Al Qur&#8217;an) adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu,  maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi  peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi  orang-orang yang beriman&#8221; (Al A&#8217;raaf 7:2)</span></p>
<p align="justify"><span>Setiap upaya untuk menutup-nutupi kebohongan dan kesesatan ini  dengan mengatakan bahwa ajaran Kristen sama benarnya dengan ajaran Islam adalah  tindakan dzalim yang tidak menaruh belas kasihan sedikitpun. Disamping itu,  tindakan serupa dapat meyeret umat Islam yang sudah teguh imannya menjadi goyah  dengan menganggap bahwa menyembah Allah sama benarnya dengan menyembah Yesus  atau menyembah Allah ditambah dengan menyembah Yesus. </span></p>
<p align="justify"><span>Dengan propaganda gencar yang dilakukan oleh Kelompok KIUK,  bukannya mereka menolong umat Kristen keluar dari alam kegelapan iman, tetapi  nampaknya mereka malah ikut berkomplot bersama para pemimpin Gereja, untuk  membiarkan jemaat mereka terbenam dalam lumpur kemusyrikan. </span></p>
<p align="justify"><span>Perbuatan yang tidak terpuji ini sangat dicela oleh DR Robert  Funk, mantan Guru Besar Ilmu Perjanjian Baru di Harvard University yang dikutip  oleh Russed Shorto dalam bukunya Gospel Truth: </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Jesus was nothing more than a man with a vision &#8211; for decades  they (the scholars) have taught it to generation of priests and ministers, who  do not pass it along to their flocks because they fear the backlash of anger. So  the only ones left in the dark are ordinary Christians&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span>(Yesus hanyalah seorang manusia yang berpandangan luas &#8211; selama  berpuluh-puluh tahun, mereka (para pakar Alkitab) telah mengajarkannya kepada  para pastor dan pendeta yang pada gilirannya (para pastor dan pendeta ini) tidak  menyampaikan kepada jemaat mereka karena takut didamprat. Oleh karena itu umat  Kristianilah yang dibiarkan tetap berada dalam kegelapan)</span></p>
<p align="justify"><span>Orang-orang yang berfikiran waras seharusnya menyadari hal ini.  Apa yang mereka lakukan bukannya memberikan obat penawar, tetapi malah menebaran  racun kemusyrikan. Mengatakan dan mengakui bahwa menyembah manusia Yesus sebagai  Tuhan adalah sama benarnya dengan menyembah Allah sebagai Tuhan, merupakan  tindakan yang sangat mengerikan.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:  &#8216;Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam&#8217;, padahal Al Masih sendiri  berkata: &#8216;Hai bani Israil, Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8217; sesungguhnya  orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan  kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim  itu seorang penolongpun&#8221; (Al Maaidah 5:72)</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan  (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran&#8221; (An Naml  27:60)</span></p>
<p align="justify"><span>Kekafiran orang-orang yang mempertuhankan Yesus ini bukan hanya  pernyataan Al Qur&#8217;an. Hugh J Schonfield, nominator pemenang hadiah Nobel tahun  1959, mendukung pernyataan Al Qur&#8217;an di atas yang ditegaskannya dalam bukunya,  The Passover Plot (1996), hal. 24:</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Jesus as much as any other Jew would have regarded ad  blasphemous the menner in which he is depicted, for instance, in the fourth  Gospel&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>(Yesus sebagaimana orang-orang Yahudi lainnya akan mengkafirkan  orang-orang yang menganggapnya sebagai (Tuhan) seperti (yang mereka artikan)  dalam Injil Yohanes) </span></p>
<p align="justify"><span>Memang kita menyadari bahwa dunia saat ini sedang mabuk dengan  berbagai istilah-istilah persamaan, persaudaraan, cinta kasih, toleransi,  pluralis, inklusif dan lain sebagainya.</span></p>
<p align="justify"><span>Para penginjil berkeliling dunia mengumandangkan perlunya cinta  kasih, perlunya mengatasi kemiskinan, perlunya menolong mereka yang sakit,  perlunya toleransi dan lain lain. Namun mereka tidak sekalipun dalam hidup ini,  mau membuktikan dengan jujur kepada jemaat bahwa selama ini mereka telah  berdusta. Mereka tidak pernah mau mengungkapkan dengan jujur bahwa pertolongan  dan bantuan yang mereka berikan ini, bukan sekedar bantuan cuma-cuma tetapi  harus dibayar mahal dengan melepaskan agama yang haq ikut tercebur dalam  kesesatan.</span></p>
<p align="justify"><span>Kelicikan mereka ini diterangkan oleh Allah dalam Al Qur&#8217;an  :</span></p>
<p align="justify"><span><strong><em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan  harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah.&#8221;</em></strong><em> </em>(Q. S. Al  Anfaal: 36)</span></p>
<p align="justify"><span>Islam tidak mempersoalkan istilah apa saja yang ingin  diperkenalkan. Silahkan! Tetapi Islam sangat berkepentingan dengan niat dan  kejujuran.</span></p>
<p align="justify"><span>Ketika seseorang berilusi atau bercita-cita untuk bersamaan,  persaudaraan, cinta kasih, dan toleransi yang dilandasi oleh kejujuran lilahi  taala, Islam tidak pernah melarang, malah mengajurkannya. Tetapi kalau  usaha-usaha ini dilakukan untuk mencampur adukkan yang hak dan yang bathil,  mengaburkan jalan yang lurus dan mempromosikan kesesatan, membenamkan kebenaran  sejarah dan mendukung kepalsuan, <strong>tentu tidak bisa di toleransi, tetapi harus  dilawan dengan tegas. Memerangi kemungkaran dan kesasatan adalah inti perjuangan  Islam.</strong></span></p>
<p align="justify"><span><strong><em>&#8220;Jika engkau melihat kemungkaran, robahlah dengan  tanganmu, kalau tidak mampu, robahlah dengan lidahmu, dan kalau masih juga tidak  mampu, robahlah dengan hatimu, walaupun ini adalah selemah-lemahnya  iman.&#8221;</em></strong> (Hadits)</span></p>
<p align="justify"><span>Di sinilah peranan dakwah Islam untuk menunjukkan bukti-bukti  yang haq dan yang bathil. <strong>Andaikata ajaran Kristen untuk menyembah Yesus  sebagai Tuhan adalah benar, berarti ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad  SAW yang mengkafirkan mereka yang mempertuhankan Yesus, adalah ajaran yang  salah, dan Nabi Muhammad SAW datang ke dunia ini sebagai pengacau  (Nauzubillah).</strong> Tetapi kalau ajaran Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan  adalah ajaran sesat, maka <strong>Nabi Muhammad benar-benar diutus ini antara lain  untuk meluruskan kesesatan ajaran Kristen.</strong></span></p>
<p align="justify"><span><em>&#8220;Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesunggunya aku  (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira kepadamu dari  pada-Nya.&#8221;</em> (Q. S. Huud:2)</span></p>
<p align="justify"><span><span style="text-decoration:underline;"><strong>Namun anehnya, pada saat umat Islam melakukan perlawanan  terhadap upaya penyesatan dan pendangkalan akidah ini, mereka berteriak bahwa  yang melakukan perlawanan ini adalah Islam Radikal!</strong></span></span></p>
<p align="justify"><span><strong>Kalau umat Islam yang memerangi kemungkaran dan kebathilan  yang ingin menyesatkan umat yang beriman disebut Islam Radikal, berarti Tuhan  memerintahkan agar kita semua menjadi Islam Radikal! </strong>Jangankan nabi Isa as  (Yesus), Nabi Musa AS sendiri kalau masih hidup saat ini akan memeluk agama  Islam.<br />
<em><br />
<strong>&#8220;Apakah engkau masih ragu wahai Ibnul Khattab? Bukankah aku  telah membawa agama yang putih bersih? Sekiranya saudaraku Musa as hidup  sekarang ini maka tidak ada keluasan bagiya kecuali mengikuti syariatku&#8221;</strong></em> (Hadits).</span></p>
<p align="justify"><span>Pernyataan Rasulullah SAW ini sangat mirip dengan diagram  agama-agama di dunia yang dibuat oleh Michael Baigent, Richard Leigh, dan Henry  Lincoln dalam buku mereka The Messianic Legacy, (1986).</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Memang kebathilan adakalanya sukar dideteksi, karena para  pemimpin Gereja, terutama para penginjil, selalu berusaha sekuat tenaga untuk  menutup-nutupinya, walaupun jauh dilubuk hati mereka, terjadi pertarungan antara  kebenaran yang mereka sudah ketahui dan kesesatan yang mereka harus ucapkan di  hadapan jemaat. Allah telah menetapkan garis demarkasi yang tegas antara yang  haq dan yang bathil. Mencampuradukkan yang haq dan yang bathil, atau menganggap  yang haq sama dengan yang bathil adalah perbuatan dzalim terhadap  kemanusiaan.</strong><br />
<em><br />
&#8220;Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dan yang  bathil, dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu ketahui.&#8221;</em> (Q. S. Al Baqarah: 42)</span></p>
<p align="justify"><span>Islam tidak membutuhkan dolar untuk membuktikan kebenaran  ajarannya, walaupun Gereja harus menyediakan jutaan dolar untuk menutupi  kesesatan dan kepalsuan ajaran mereka. <strong>Oleh karena itu jangan heran kalau  Gereja sangat membenci Al-Qur&#8217;an dan ajaran Islam</strong>, karena satu-satunya Kitab  di muka bumi ini yang menjelaskan kesesatan ajaran Kristen dalam ratusan  ayat-ayatnya hanyalah Al Qur&#8217;an.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Oleh karena itu, wahai umatku! Kalau saat ini kita menderita  dan dicabik-cabik, ini hanyalah sekedar pengulangan peristiwa demi peristiwa  dalam sejarah panjang kemusyrikan yang ingin memudarkan cahaya Al-Qur&#8217;an dan  menghapuskan La Ilaha Ilallah dari muka bumi.</strong></span></p>
<p align="justify"><span>Memang sangat menyakitkan bagi mereka, bahwa  pernyataan-pernyataan Al-Qur&#8217;an tentang kesesatan dan kepalsuan ajaran Kristen,  bukan hanya tidak mampu mereka bantah, tetapi malah sebaliknya, para sejarawan,  pakar Alkitab, termasuk sebagian tokoh-tokoh agama mereka sendiri, ikut  mendukung pernyataan Al-Qur&#8217;an.</span></p>
<p align="justify"><span>Kembalinya sedemikian banyak tokoh dunia dan ilmuwan  internasional yang semula beragama Kristen ke pangkuan Islam, membuktikan bahwa  ajaran Islam hadir untuk mengoreksi kesesatan ajaran Kristen serta memberikan  solusi yang terbaik.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Jadi saya memaklumi kalau Gereja dan antek-anteknya saat ini  gencar mempropagandakan Teologi Pluralis. Semua lini dan front harus mereka  manfaatkan sebaik-baiknya untuk melumpuhkan Islam dan mamudarkan cahaya  Al-Qur&#8217;an.</strong></span></p>
<p align="justify"><span><em>&#8220;<strong>Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah</strong> dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain  menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.&#8221;</em> (Q.  S. At-Taubah: 32).</span></p>
<p align="justify"><span>Bukankah pepatah pepatah yang bijak mengajarkan:<br />
&#8220;If you can  not beat them, join them&#8221;<br />
(Kalau engkau tidak sanggup mengalahkan mereka,  bersatulah dengan mereka)</span></p>
<p align="justify"><span>dan <strong>wujud nyata dari upaya penyatuan Islam-Kristen ini  adalah melalui siasat Teologi Pluralis.</strong><br />
<em><br />
&#8220;Mereka hendak menipu  Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya  sendiri, sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu  ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka  berdusta.&#8221;</em> (Q. S. Al Baqarah: 9-10).</span></p>
<p align="justify"><span>Oleh karena itu saya tidak dapat membayangkan ketika Allah  mengajarkan kita berdoa :</span></p>
<p align="justify"><span><em>&#8220;Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang  yang telah Engkau anugerahkan ni&#8217;mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang  dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Kristen).&#8221;</em> (Q.  S. Al Fatihah: 6-7).</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Masih saja ada yang punya nyali mengatakan bahwa Islam sama  dengan Kristen, bahwa jalan yang lurus sama dengan jalan yang  sesat!</strong><br />
(Seperti Kajian Utan Kayu, di Media Jawa Pos, pent)</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Wahai umat Islam!</strong></span></p>
<p align="justify"><span>Andaikata ajaran Islam adalah ajaran yang sesat, dan ajaran  Kristen adalah ajaran yang lurus, jangan pernah berharap bahwa Gereja dan  antek-anteknya akan mempropagandakan Teologi Pluralis.</span></p>
<p align="justify"><span>Sedangkan kita umat Islam berada di jalan yang lurus saja,  mereka sudah berusaha memporakporandakan kita. Apalagi kalau ajaran yang kita  anut adalah ajaran yang sesat. Pasti kita tidak akan pernah berjumpa dengan  istilah Teologi Pluralis di dunia ini.</span></p>
<p align="justify"><span>Sebelum mengakhiri tulisan ini perlu kiranya saya mengemukakan  bahwa kalau saya menyatakan bahwa ajaran Kristen sesat dalam tulisan ini, tidak  secuilpun kebencian yang melandasinya. <strong>Ini semata-mata kenyataan sejarah,  yang diungkapkan Al-Qur&#8217;an sejak 15 abad yang lalu dan didukung hasil penelitian  para sejarawan dan pakar Alkitab internasional.</strong></span></p>
<p align="justify"><span>Semoga tulisan ini bermanfaat untuk membuka wawasan dalam  memahami kedudukan agama Islam dan Kristen.</span></p>
<p align="justify"><span><br />
<strong>Kesimpulan</strong> </span></p>
<p align="justify"><span>Setelah mengupas serba latar belakang kehadiran agama Islam dan  Kristen di dunia ini, maka kesimpulan yang dapat ditarik dari  penjelasan-penjelasan diatas adalah sebagai berikut :</span></p>
<p align="justify"><span>Sesungguhnya agama semua nabi-nabi Allah adalah agama  Islam.<br />
Agama Islam dalam garis besarnya adalah sebagaimana yang didakwah oleh  para nabi Allah yakni : </span></p>
<p align="justify"><span>Beriman hanya kepada Allah. </span></p>
<p align="justify"><span>Beramal saleh taat pada perintah Allah </span></p>
<p align="justify"><span>Paulus menciptakan Agama Kristen yang menyimpang dan  menyeleweng dari ajaran nabi Allah (Isa as atau Yesus) untuk kepentingan para  penyembah berhala di Kerajaan Romawi. </span></p>
<p align="justify"><span>Nabi muhammad dengan Al Qur&#8217;annya diutus ke dunia ini antara  lain untuk meluruskan penyelewengan dan kesesatan agama Kristen yang dilakukan  oleh Paulus dan pendukung-pendukungnya.<br />
Allahu A&#8217;alam.</span></p>
<p align="justify"><span>Oleh: Dr. Sanihu Munir MPH, Direktur Eksekutif Yayasan Mitra  Centre Pusat Kendari<br />
Sumber: Laskar Jihad</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=20&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/14/belajar-yuuks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zionis</title>
		<link>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/14/zionis/</link>
		<comments>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/14/zionis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 09:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>greenrayaden114</dc:creator>
				<category><![CDATA[boy_cott Israel]]></category>
		<category><![CDATA[ayo jihad!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://greenrayaden114.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[ZIONIS ISRAEL LARANG RAKYAT PALESTINA SHALAT DI MASJID AL AQSHA DAN AL IBRAHIMI 2007-09-25 16:51:15 kispa.org &#8211; Ramallah : Kantor Pusat HAM Palestina, mengecam pemberlakuan peraturan baru Israel yang melarang kaum muslimin melakukan syiar ibadah di dua masjid milik kaum muslimin, Al-Aqsha dan Al-Ibrahimi. Dalam laporanya Pusat HAM menjelaskan, dalam peraturan baru itu Israel telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=14&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ZIONIS ISRAEL LARANG RAKYAT PALESTINA SHALAT DI MASJID AL AQSHA DAN AL  IBRAHIMI</strong><br />
<em>2007-09-25 16:51:15</em></p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;"><strong>kispa.org &#8211; Ramallah  :</strong> Kantor Pusat HAM Palestina, mengecam pemberlakuan peraturan baru  Israel yang  melarang kaum muslimin melakukan syiar ibadah di dua masjid milik kaum muslimin,  Al-Aqsha dan Al-Ibrahimi.<br />
<img src="http://www.infopalestina.com/ms/DataFiles%5CCache%5CTempImgs%5C2007%5C2%5Calaqshakawat_300_0.jpg" alt="" width="142" height="94" align="right" /></p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;">Dalam laporanya Pusat HAM  menjelaskan, dalam peraturan baru itu  Israel telah  menghukum rakyat Palestina secara massal yang tentu bertentangan dengan  undang-undang internasional yang menjamin kebebasan setiap orang dalam  menjalankan ajaran agamanya.</p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;"><span id="more-14"></span>Sebelumnya, pemerintah  Israel  mengumumkan, pihaknya akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi warga Palestina  yang masuk masuk ke kota Al-Quds  untuk melakukan shalat di dalamnya. Tetap ternyata mereka hanya mengizinkan  beberapa ribu saja dari kaum muslimin, itupun yang usianya rata-rata sudah  lanjut. Pada Jum’at kemarin tanggal 14 September 2007 pasukan Israel melarang  sama sekali warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsha yang mengakibatkan para  jama’ah, shalat jum’at di pintu perlintasan.</p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;">Tak kurang dari 1,4 juta warga  Al-Quds, kemarin berbondong-bondong pergi ke Al-Quds Mubarak, walau sudah tujuh  tahun mereka ditolak masuk ke Masjid  Al-Aqsha. Israel  juga melarang keras warga Palestina di luar Tepi Barat masuk ke wilayah jajahan  Israel, Al-Quds  dan Hebron. Bahkan mereka menutup  total dua wilayah tersebut. Mereka mewajibkan setiap orang yang mau mengujungi  Al-Aqsha dan wilayah  mendapat izin tertulis dari pemerintah  Israel.</p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;">Lembaga HAM tersebut  mengisyaratkan, pemerintah  Israel  menerapkan pengamanan super ketat di seluruh wilayah Palestina terjajah pada  sepuluh hari pertama Ramadhan. Bersamaan dengan itu,  Israel menutup  Masjid Ibrahimi Hebron sejal awal Ramadhan kemarin selama tiga hari  berturut-turut.</p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;">Sebelumnya pihak kepolisian  Israel  mengungkapkan, pihaknya akan menutup tempat tersebut selama  lima hari di dua bulan September dan  Oktober. Peraturan itu dimaksudkan untuk memberikan ketengan bagi warga  Israel yang  sedang menjalankan ritual ibadahnya.</p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;">Peraturan ini jelas telah  melanggar undang-undang internasional terkait hak asasi dan kebebasan beragama  seseorang. Yang dijamin dalam hokum dan undang-undang manapun. Demikian juga  Israel telah  melanggar hak bepergian secara aman ke tempat-tempat suci di Al-Quds.</p>
<p style="font-size:10pt;text-align:justify;">Dalam pada itu Lembaga HAM ini  menyerukan dunia internasional terutama Negara-negara yang ikut menandatangani  perjanjian Jenewa 1949 terkait perlindungan warga sipil di saat perang untuk  mendesak Israel agar mencabut peraturan zalim tersebut, agar kaum muslimin bisa  kembali menjalankan aktivitas ibadahnya secara bebas di Tepi Barat ataupun yang  lainya. <em>(asy/pic/fn)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/greenrayaden114.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/greenrayaden114.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/greenrayaden114.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/greenrayaden114.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/greenrayaden114.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/greenrayaden114.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/greenrayaden114.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/greenrayaden114.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/greenrayaden114.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/greenrayaden114.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/greenrayaden114.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/greenrayaden114.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/greenrayaden114.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/greenrayaden114.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=greenrayaden114.wordpress.com&amp;blog=4524045&amp;post=14&amp;subd=greenrayaden114&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://greenrayaden114.wordpress.com/2008/10/14/zionis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">greenrayaden114</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.infopalestina.com/ms/DataFiles%5CCache%5CTempImgs%5C2007%5C2%5Calaqshakawat_300_0.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
